Kebun Jagung di Lakekun Utara, Bukan Program RPM

Read Time1 Minute, 21 Second

TIMORPOST.COM- Ketika melihat berita yang dilansir beberapa media online, pemilik lahan mengatakan bahwa tanam jagung yang dimaksud dalam berita itu KM membantah tanaman jagung miliknya tidak termasuk dalam program RPM di Lokasi Desa Lakekun Utara, Kecamatan Kobalima, Kabupaten Malaka-NTT.

Hal ini disampaikan pemilik lahan kepada wartawan lewat via pesan WhatsApp, pada rabu 25 Maret 2020 pukul 16:24 Wita

“Kawan, itu di saya punya kebun maktihan e, itu tidak masuk RPM e”, ungkap KM lewat pesan WhatsApp.

KM mengatakan, tanaman jagung miliknya bukan bagian dari program Revolusi Pertanian Malaka (RPM) yang merupakan program unggulan Bupati Malaka.

KM menjelaskan, kalau RPM itu benih jagung lamuru (lokal), tapi saya tanam itu jagung hibrida.

Ia mengaku, lahan miliknya memang di garap dengan traktor yang dari dinas pertanian.

Karena menurutnya kegiatan RPM itu paket lengkap degan benih jagung dan obat-obatan. Mungkin mereka lihat yang tanah balik makanya masuk RPM semua. Padahal RPM itu paket lengkap, jelasnya.

“Mau komplain juga, tapi tanah sudah balik dari RPM, jadi biar ikut-ikut saja”, Tutupnya.

Ketua kelompok tani (Poktan) Suka Maju Niko Bau, saat dikonfirmasi di kediamannya (kamis, 26/03/2020) membenarkan bahwa itu lahan milik KM dan anggota kelompok suka maju, tetapi tidak termasuk program RPM.

Kordinator pendamping Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Kecamatan Kobalima Ricardo De Andrade, ketika dikonfirmasi lewat via telepon mengatakan bahwa program RPM untuk tanaman jagung di Kecamatan Kobalima ada, tetapi benih yang digunakan bervariasi antara benih varietas Lamuru dan benih hibrida Bisi 228.Namun Benih Varietas Lamuru tidak tahan Hama, sehingga petani mengeluh. Walaupun sudah disemprot dengan pestisida namun tidak bisa ditanggulangi lagi, dan akan berdampak gagal panen. (Fe/TIMORPOST.COM)

0

0

Happy

Happy

0 %

Sad

Sad
0 %

Excited

Excited
0 %

Sleppy

Sleppy

0 %

Angry

Angry
0 %

Surprise

Surprise
0 %

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: