Connect with us

Hukum Kriminal

Sidang NTT Fair, Ben Polomaing Akui Meminta Uang 100 Juta

Published

on

Read Time1 Minute, 43 Seconds

TIMORPOST.COM – Kupang – Sekretaris Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur, Ben Polomaing membawa nama mantan Gubernur NTT, Frans Leburaya meminta uang sebesar Rp 100 Juta Rupiah dari Terdakwa YA Kasus Proyek Pembangunan NTT Fair.

Uang tersebut digunakan untuk biaya sewa beli ex Mobil Dinas mantan Gubernur Leburaya.

Demikian fakta persidangan Korupsi Proyek Pembangunan NTT Fair 2018 dengan agenda mendengarkan keterangan saksi untuk terdakwa YA di Kantor Pengadilan Tipikor kemarin [11/11/2019].

“Benar yang mulia, saya pernah meminta bantuan berupa uang ke terdakwa untuk membantu uang sewa beli ex mobil mantan Gubernur NTT jenis Alfrad sebesar Rp 100 juta dan disediakan oleh terdakwa pada bulan Juni 2018”. Tandas Polo Maing.

Ben juga membeberkan bahwa ia menambahkan Rp 82 Juta sehingga menjadi Rp 182 Juta untuk penuhi harga sewa beli [pemutihan] ex mobil Dinas Gubernur Leburaya jenis Alvard.

Kepada terdakwa YA, Ben [saat itu] berdalih mobil dimaksud akan diberikan kepada Frans Leburaya sebagai penghargaan mengingat masa jabatan Leburaya [Gubernur waktu itu] akan segera berakhir.

Ditanyai Majelis Hakim apakah ketika berkomunikasi dengan terdakwa [YA] untuk mendapatkan Rp 100 Juta, Frans Leburaya [Gubernur Waktu itu] tahu? Ben menjawab bahwa Leburaya tidak tahu karena ia belum memberitahukan hal itu langsung kepada Leburaya, bahkan sampai saat ini.

Ia juga mengakui bahwa sebelumnya tidak tahu kalau uang senilai Rp 100 Juta dari YA tersebut diduga bersumber dari uang proyek NTT Fair.

“Setelah mengetahui uang Rp 100 juta itu berasal dari proyek NTT Fair, saya langsung mengembalikannya.” Jelas Ben Polomaing.

Tentang apa alasan ia berani meminta uang senilai itu kepada YA, Ben Polomaing kepada Hakim dan Jaksa serta Pengacara dan khalayak sidang mengakui jikalau itu dilakukannya hanya karena punya kedekatan pribadi dengan YA dalam hal Kedinasan.

Selanjutnya Hakim bertanya apakah hal yang sama Ben lakukan terhadap semua SKPD selama ini, Ben Polomaing menjawab tidak.

Dalam kaitan dengan ini mantan Gubernur NTT, Frans Leburaya pada kesempatan keterangannya, mengatakan bahwa kalau mobil dinas tersebut belum diserahkan.

Belum diserahkan berarti mobil itu belum dihapus dari aset Pemprov NTT.

Frans Leburaya juga mengungkapkan bahwa proses penghapusan mobil dinas tersebut dari aset Pemprov NTT tidak diketahuinya lebih lanjut karena waktu itu masanya sebagai gubernur NTT telah selesai. [kos/kos].

1 0
Happy

Happy

0 %

Sad

Sad
0 %

Excited

Excited
0 %

Sleppy

Sleppy

0 %

Angry

Angry
0 %

Surprise

Surprise
0 %

%d blogger menyukai ini: