Selama 4,5 Tahun Bersam Rakyat Kami Diam. Kim Taolin Kali Ini “Saya Akan Lawan”.

Read Time2 Minutes, 5 Seconds

Timorpost.com – Malaka – Seteru Pilkada Kabupaten Malaka tahun 2015 lalu antara pasangan Stefanus Bria Seran – Daniel Asa versus Ludovikus Taolin – Beny Candra ternyata menyisahkan cerita pedih, sangat pedih.

Kini gong Pilkada mulai ditabuh. Partai politik secara resmi mulai membuka pendaftaran bagi calon kepala daerah di Pilkada serentak 2020. Pilkada Malaka yang akan datang tampaknya akan menjadi ajang unjuk gigi bagi para keluarga pemimpin daerah.

Ada yang secara terang-terangan menunjukkan keseriusan maju merebut kursi panas wakil pimpinan daerah. Namun, ada juga yang masih malu-malu dengan hanya memberikan sinyal-sinyal ketertarikan.

Kim Taolin Putra dari Ludovikus Taolin, kepada timorpost.com (28/9/2019) menjelaskan, sudah empat setengah tahun keluarga saya difitnah, banyak rakyat dijelek-jelekkan, dihujat, dihina, semuanya diam. Tetapi kali ini, di Rai Malaka, saya akan lawan, ingat, sekali lagi, saya akan lawan bersama rakyat”.

Perlawanannya itu bukan untuk diri bersama keluarga, tetapi untuk rakyat Malaka seutuhnya. “Perlu disampaikan usai pilkada tahun 2015, menyisahkan pedih, sangat pedih. Sehingga bapa dan Ans kembali merebut kursi, sebagai wakil rakyat karena demi perjuangkan hak-hak rakyat, hal itu karena keluarga dicinta rakyat. Ini saya banyak mendapat cerita sejak saat itu 2015, kita diam dan kali ini tidak akan diam, jika keluarga diam atau ingin menjadi penjilat yah silakab, tapi saya tidak akan diam dan diam tetapi saya bukan penjilat”,tegas Kim Taolin.

Justeru menurut dia, dengan pembicaraan Pah Wande seperti yang diberitakan media,tentunya Pah Wande sedang memperlihatkan mental dirinya sudah jatuh sejak gagal pada pileg kemarin. Coba pikirkan, sudah empat setengah tahun pendukung setia milik bapa Ludo dijelek-jelekkan dibuang kemana-mana,disebut sakit hati. Kali ini saya tidak akan diam, tetap saya akan lawan siap pun lawannya”.

Jangan bicara sakit hati, jangan bicara soal kecewa dan kalah dalam pileg. Lihat tow, kalau masyarakat lebih kecewa,jika mau direndahkan, siapa yang paling direndahkan, mereka (masyarakat) justeru yang direndahkan oleh pemerintah,” tegasnya.

Perlu diketahui, yang saya lawan adalah incumbent atau petahana bukan Pah Wande?, menang atau kalahnya sangat ditentukan oleh kinerja petahana juga pah Wande sebelumnya. Apakah memuaskan, masyarakat, kita lihat saja?

Dia menambahkan, bahwa niatnya maju sebagai kandidat Bupati/Wakil Bupati Malaka pada Pilkada 2020, Murni atas dasar dorongan dan cita-cita bersama bersama masyarakat. Tentunya guna percepatan pembangunan yang merata, serta kesejahteraan semua masyarakat Malaka yang bebas dalam berdemokrasi.

Kim mengatakan, sudah berkomunikasi dengan masyarakat sehingga mendapatkan dukungan tanpa paksaan soal maju sebagai balon bupati/wakil.

Kalau Bapak itu tergantung keinginan anak-anaknya dan tidak pernah mengatur. Kalau mau politik, ya terjun ke politik. Kalau mau bisnis ya bisnis yang penting kerja mesti sungguh-sungguh dan betul-betul,” tutup Kim. (Adv/Red/Timorpost.com)

3

0

0 %

Happy

0 %

Sad

0 %

Excited

0 %

Angry

0 %

Surprise

Tinggalkan Balasan