Connect with us

Malaka

Sebanyak 5 Bulan, Hak Aparat Desa Bereliku Belum Dibayar Sang Kades.

Published

on

Yoseph Lebo, Kepala Desa Bereliku, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka.

Read Time1 Minute, 38 Second

TIMORPOST.COM/MALAKA – Sebanyak 5 bulan, Badan Permusyawarat Desa (BPD) dan aparat Desa Bereliku, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka – NTT, belum menerima haknya pada tahun anggaran 2019.

Hal tersebut menurut pengakuan Ketua BPD Bereliku, Blasius Asuk kepada timorpost.com (14/1/2020). Kata Blas, sebanyak lima bulan pada tahun anggaran 2019 aparat desa ini belum memdapatkan upah kerjanya sebagai aparat desa, anehnya hingga sekarang tahun 2020 pun demikian hak mereka (aparat desa) belum direalisasi sang kades.

Menurut Blas, hak mereka sebanyak lima bulan yang belum dibayar itu bukan hanya tunjangan BPD, hal ini termasuk para kader, RT/RW, linmas bahkan dusun, juga belum dibayar hak mereka. Kira-kira kendalanya apa? tanya Blasisus Atok yang sering disapa Blas.

Sementara jabatan BPD pada 20 januari 2020 mendatang, sesuai SK Bupati Malaka nomor 11/HK/2014 jabatan kami akan berakhir, sedangkan kami masih memiliki hak selama enam bulan, untuk mendapatkan tunjangan terhitung bulan agustus 2019 sampai januari 2020.

“Karena hak saya tidak atau belum dipenuhi, besok saya akan mengadu ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Malaka pada bagian komisi yang menangani soal desa”, tegas Blas.

Yoseph Lebo kepala desa Bereliku, yang berhasil dikonfirmasi (14/1) mengakui soal keterlambatan tunjangan atau hak aparat desanya sebanyak 5 bulan itu.

Menurut Kades, tunjangan belum dibayar sebab kendalanya (SPJ) belum masuk, karena keterlambatan scan.

“Mengenai tunjangan aparat desa, jangan salah tanggapi, jangan bilang karena dana terbatas, kita punya dana ada tetapi hanya tertunda”,jelas Kades Lebo.

Kades Lebo menambahkan, untuk tunjangan mereka tahun 2019 yang belum terbayar, nanti tergantung dari cepat atau lambatnya APBDes 2020 masuk. Makanya saya cepat bentuk BPD baru, agar pembuatan APBDes 2020.

“Masa jabatan BPD sudah berakhir pada bulan oktober 2019, tapi dia (red; kades) belum tahu pasti tanggalnya berapa, karena belum lihat SK”,beber Kades.

Lanjut Kades, sehingga hari ini (14/1/2020) dilaksanakan rapat pembentukan panitia pemilihan BPD. Kepada forum yang hadir, Kades Lebo menegaskan, dana desa kita sementara ini masih masuk SILPA. Jadi kalau kades belum dapat informasi dari atasan, itu tidak sembarang kasih informasi. Ini karena sudah dapat informasi dari kepala Dinas, maka hari ini baru disampaikan. (Fecos/TIMORPOST.COM)

1

0

Happy

Happy

0 %

Sad

Sad
0 %

Excited

Excited
0 %

Sleppy

Sleppy

0 %

Angry

Angry
0 %

Surprise

Surprise
0 %

Continue Reading
Click to comment

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: