Polisi dan Jakasa Diminta Usut Dana Kaji/Studi Banding Kades Se-Malaka Setiap Tahun.

Read Time2 Minute, 54 Second

Timorpost.com – Malaka – Habiskan 11 Juta, Kepala Desa (Kades) se-Kabupaten Malaka ( setiap tahunnya yakni mengelar Kaji/Study Banding ke luar Daerah. Seperti ke beberapa kota besar yang ada di wilayah Pulau Jawa hasilnya nol Besar.

Kegiatan Kaji/Study Banding  para kepala desa tesebut menyedot angaran belasan juta rupiah per desa, yang bersumber dari APBDes masing – masing Desa itu dianggap salah satu bentuk pemborosan APBDes.

Pasalnya, meskipun setiap tahun para Kades se – Malaka rutin menggelar Kaji Banding ke luar Daerah, namun tidak memberikan hasil atau manfaat yang berarti baik bagi Pemerintah Desa (Pemdes) maupun untuk Masyarakat di Desa. Ucap Marianus tokoh pemuda asal Malaka kepada Timorpost.com di Betun (2/8/2019)

Dia menambahkan, buktinya, sejumlah Kades di Malaka terjerat Hukum karena diduga telah melakukan tindak pidana korupsi, dan puluhan Kades dilaporkan oleh masyarakatnya sendiri karena diduga telah menyalahgunakan wewenang dan menyelewengkan Alokasi Dana Desa (ADD) maupun Dana Desa (DD).

“Sebelumnya, tahun 2018 keberangkatan Study Banding Kades se-Kecamatan Malaka Tengah (Malaka) yang berjumlah 17 Desa melakukan Kaji Banding terhadap komoditi RPM yakni padi sawah, jagung dan ternak serta pengelolaan Bumdes di Desa Kohod, Kabupaten Tangerang, Propinsi Banten, mulai Selasa 6 Nopember hingga Kamis 8 Nopember 2018.

Sedangkan pada Tahun 2018,Sebanyak 13 dari 16 kepala desa di Kecamatan Malaka Barat, Kabupaten Malaka melakukan kaji banding tentang pertanian terpadu di Bogor, Jawa Barat, Senin (29/7/2018).

Hal senada disampaika Mikael Warga Maaka, kepada Timorpost.com (2/8/2019) Para kades ke luar daerah itu dikoordinir oleh Camat ata Sekcam masing-masing.Terlebih lagi biaya yang dikeluarkan per Kades ke Biro Jaya Perjalanan mencapai Rp. 11 Juta.” Itu namanya, Pelesir berkedok Study/Kaji Banding.

“Kalau memang itu Study Banding, tunjukkan dan buktikan hasilnya di Desa  masing – masing. Semakin sering Study Banding kok malah semakin banyak Kades yang di laporkan karena diduga Korupsi dan dilaporkan ke penegak hukum oleh masyarakatnya sendiri.

Menurut Mikael Warga Malaka Barat, korupsi tidak hannya dalam bentuk mengambil negara untuk kepentingan diri sendiri, orang lain maupun kelompok tertentu, melainkan bisa juga dalam bentuk pelaksanaan suatu program kegiatan yang tidak bermanfaat atau tidak bisa digunakan serta  difungsikan untuk kepentingan masyarakat.

”Perlu di cek apakah biaya perjalanan dinas Kades sebesar Rp. 11 juta itu sudah sesuai dengan aturan, terlebih lagi tujuan perjalanan Kades itu ke Pulau Jawa. Itu baru biaya perjalanan saja, belum lagi biaya uang saku masing – masing Kades,  dan kesemua biaya itu dianggarkan melalui APBDes,” ucapnya.

Untuk itu Mikael meminta kepada Kejaksaan Negeri Belu dan Kepolisian Polres Belu untuk mengusut biaya perjalanan Study Banding Kades se – Malaka yang di setor Biro Jasa Perjalanan tersebut.

Mikael menduga, ada persengkongkolan jahat antara oknum Kades yang mengurus perjalanan Study Banding tersebut dengan pihak Biro Jasa Perjalanan, terlebih lagi Study Banding yang dilaksnakan oleh seluruh Kades se – Malaka itu hasilnya tidak pernah jelas keberadaanya.

” Itu juga bisa dikatakan Korupsi, karena Study Banding itu hasilnya tidak pernah ada. Yang ada maslah Kades yang dulunya tidak tahu Jakarata, setelah ikut Study Banding Tahu apa itu Jakarta dan lainnya. Perjalanan Study Banding diurus oleh Kades itu sendiri melalui ketua kelompok masing – masing.

Untuk itu kami meminta kepada Jaksa dan Polisi untuk mengusut dugaan penggelmbungan biaya perjalanan dinas Kades sebesar Rp. 11 juta per Kades yang. Warga menduga ada kong – kalikong antara oknum Kades dengan pihak pemda dalam penentuan besaran biaya perjalanan Dinas Kades tersebut,” pintanya.

Sementara semua kepala desa dan camat yang melakukan study/kaji banding keluar daerah, serta pihak terkait yang mendamping para kasdes melakukan study banding tersebut belum berhasil dikonfirmasi. (Red/Timorpost.com)

0

0

Happy

Happy

0 %

Sad

Sad
0 %

Excited

Excited
0 %

Sleppy

Sleppy

0 %

Angry

Angry
0 %

Surprise

Surprise
0 %

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *