Poktan di Manggarai Mengikuti Pelatihan Pengolahan Limbah Air Cucian Beras Menjadi Pupuk Cair.

Read Time1 Minute, 54 Seconds

Timorpost.com – Ruteng – Sebanyak 15 orang anggota kelompok tani di dusun Dewulawe, Desa Salama, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai mengikuti pelatihan pengolahan limbah air cucian beras menjadi pupuk cair.

Pelatihan pengolahan limbah air cucian beras menjadi pupuk cair tersebut dibawahkan oleh Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Katolik Indonesia (UKI) Santu Paulus Ruteng, Kamis ( 25/7/2019).

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh berbagai realitas yang dialami oleh kelompok tani di dusun Dewulawe. Salah satu diantaranya adalah kesulitan mendapatkan pupuk yang murah dan berkualitas oleh petani sawah dan sayur.

Menyikapi realitas ini, Tim PkM UKI Santu Paulus Ruteng yang diketuai oleh Wigberts Gaut Utama, S.Fil.,M.Sc. bersama anggotanya; Kanisius Supardi, M.Pd, Zephisius R. E. Ntelok, M. Pd, Elisabeth Irma Parera, M.Pd, dan Pius Herman Tuwa, M.Pd. hadir dan memberikan pelatihan yang bertajuk pada “Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengolahan Limbah Air Cucian Beras Menjadi Pupuk Cair.”

Kanisius Supardi, dalam pemaparan materinya mengatakan, bahwa kandungan nutrisi yang terdapat pada air cucian beras sangatlah kompleks, diantaranya karbohidrat yang menduduki peringkat no 1 dengan nilai 90% yang berupa pati, kemudian ada pula vitamin, mineral serta protein. Proteinnya sendiri terdiri dari 80% protein glutein.

“Dengan kandungan unsur hara yang begitu banyak dan melimpah seperti itu, sudah kita bayangkan alangkah sejahteranya tanaman kita setiap hari mendapat asupan dari air cucian beras ini,” Jelas Kanisius.

“kita tidak perlu mencari pupuk jauh-jauh sementara pupuk yang murah dan berkualitas selalu kita jumpai setiap hari,” lanjut Kanisius.

Peserta dalam pelatihan ini adalah Petani Sawah dan Sayur. Mereka sangat antusias dalam mengikuti pelatihan ini. Antusiasme merka terlihat selama pelatihan, dimana peserta juga intens berdiskusi dengan Tim PKM.

Salah satu bahan diskusi mereka adalah masalah lain yang mereka alami yang belum bisa diatasi yaitu, bagaimana cara membuat pestisida alami yang tepat guna untuk mengusir hama ulat pada tanaman sayur mereka.

Pada bagian akhir pelatihan, peserta meminta kepada Tim PKM agar kegiatan seperti ini semestinya sering dilakukan sedapat mungkin agar para petani tidak mengalami kesulitan dalam bertani.

Para peserta juga berniat untuk segera mempraktikan apa yang mereka telah peroleh dari pelatihan ini. Mereka merasa sangat bangga karena mendapatkan pengetahuan yang sangat berharga dari kegiatan ini.

Seraya mengakhiri kegiatan ini mereka mengucapkan terima kasih kepada Tim PkM, kepada Lembaga Pendidikan Tinggi UKI Santu paulus Ruteng. (Moses/Timorpost.com)

0

0

0 %

Happy

0 %

Sad

0 %

Excited

0 %

Angry

0 %

Surprise

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: