Pengacara Primus Fahik Klau dan Asistennya Erni Benu Dilaporkan Ke Mapolres Belu.

Read Time3 Minute, 20 Second

Timorpost.com – Malaka – Angelinus Bau Bere resmi melaporkan Pengacara Peradi dan asisten/kuasa hukumnya, Primus Klau Fahik dan Erni Benu di Polres Belu terkait kasus Penggelapan uang sebanyak Rp 31.700.000 juta.

Uang sebanyak puluhan juta itu diberikan kepada pengacara dan Asisten/ kuasa hukum untuk melaksanakan tahapan eksekusi pada tanggal 12 Juni 2019, namun pada saat tanggal tepatnya (12/6) tidak terjadi ekskusi dikarenakan Asisten atau kuasa hukum Erni Benu hilang kabar dengan membawa kabur uang Rp. 13.000.000 juta hingga sekarang dan hilang kontak serta sisa uang dari Rp. 31, 700.000 sebanyak Rp. 27.000.000 juta tersebut hingga kini belum setorkan di pengadilan untuk lakukan Aanmaning dan tahapan eksekusi.

Angelinus Bau Berek Kepada Timorpost.com, (2/8/2019) usai melakukan laporan mengatakan, Janji pengacara tanggal 12 Juni 2019 langsung eksekusi sehingga saya memberikan uang, tapi hingga sampai saat ini tidak terjadi
eksekusi karena uang yang di berikan kepada pengacara dan asistennya tidak digunakan untuk tahapan exsekusi dan disalah gunakan.

Asisten Pengacar Erni Benu(Foto Istimewah)

Melihat kejanggalan pertama nominal uang dibawa lari sebanyak Rp. 13.000.000 oleh asisten pengacara atau kuasa hukum Erni Benu, namun Erni saat dihubungi selalu beralasan, yang katanya sisa uang masih di Pengacara Primus Klau sebanyak Rp. 27.000.000.

Akibat uang Rp. 13.000.000 dibawa kabur oleh asisten pengacara atau kuasa hukum Erni Benu, sehingga Anggelinus bersama keluarga usahakan untuk menggantikan uang yang dibawa kabur tersebut, karena Erni Benu tidak bisa dihubungi, dan tidak berada dirumahnya saat dicari dirumah.

Sementara proses eksekusi yang ditentukan oleh pengadilan negeri Atambua tidak kunjung dilaksanakan proses eksekusi sehingga Pihak pengadilan menghubungi klayen Angelinus sehingga Klayen terus berupaya mediasi dengan pengacaranya untuk ke pengadilan menyetor uang untuk lakukan eksekusi, tapi pengacara mengelah dan tidak mau dengan klayennya ke pengadilan tapi meminta uang tambahan Rp. 13.000.000 juta lagi untuk bisa lakukan eksekusi, tapi Angelinus belum bisa memberikan tambahan uang tersebut dengan alasan karena sisa uang Rp.27.000.000 yang sebelumnya masih ada di pengecara Primus Fahik Klau.

Lanjut Anggelinus, setelah dirinya cek dipengadilan pengacara belum melakukan penyetoran uang sepeserpun untuk Aanmaning dan eksekusi lainya.

Pihak pengadilan memerintakan Angelinus untuk mengajak pengacara Primus Klau Fahik ke pengadilan bertemu dan untuk mengetahui kejelasan eksekusi tapi pengacara Primus Klau Fahik tidak mau akan tetapi berbalik marah-marah dengan berbagai alasan, dan sempat terjadi bercekcokan mulut didepan Lapas Atambua dan Pengacara Primus memukul mengenai Kepala Angelinus sehingga, Anggelinus di sarankan oleh pihak pengadilan melaporkan kasus ini ke polres Belu dengan dasar penipuan dan Pengelapan uang.

Anggelinus menambahkan, dirinya tidak lupa hak/fee mereka sebagai pengacara dan Asisten/kuasa hukum, kewajiban saya untuk membayar hak mereka sesuai perjanjiannya setelah semua eksekusi, yang terpenting semua sudah eksekusi.

“Saya memberikan uang kepada pengacara dan Asisten kuasa hukumnya, kata mereka untuk proses tahapan eksekusi pada tanggal, 22 Mei 2019, setor Rp 4.700.000, dan 29 Mei 29 Mei 2019, Rp 27.000.000″ ini selain uang operasional yang saya berikan kepada mereka selama ini, karena saya tau itu kewajiban saya” ungapanya

Dirinya berharap, agar kasus ini bisa diselesaikan dan cepat bisa di eksekusi, dan Kasus seperti ini juga tidak terjadi lagi untuk masyarakat lain .

Sementara itu, Kasat Reskrim polres Belu Ardyan Yudo Setyantono, SH,S.I.K melalui Yunit Pidum Satreskrim polres Belu
Esa Defryandi Stefanus kepada media ini (2/8) usai melakukan penyelidikan mengatakan, Laporan kasusnya sudah diterima dan akan lakukan penyelidikan untuk dilanjutkan ketahap berikutnya.

“Kita masih mengumpulkan bukti-bukti dan periksa saksi, untuk melengkapi alat bukti baru kemudian dinaikan ke tingkat sidik baru kita tentukan tersangkanya” ungkapnya

Selain itu ia menambahkan, Untuk kasus seperti ini, Apabila Pihak terlapor siap menyanggupi menggantikan uang dengan nominal Rp. 31.7000.000 juta tersebut, maka kasus ini akan selesai dan jika tidak bersedia menggantikan uang tersebut, maka Pelaku akan dipidanakan untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya itu.

Hingga berita ini diterbitkan Pengacara Peradi dan asisten/kuasa hukumnya, Primus Klau Fahik dan Erni Benu belum berhasil dikonfirmasi. (Tim/Timorpost.com)

0

0

Happy

Happy

0 %

Sad

Sad
0 %

Excited

Excited
0 %

Sleppy

Sleppy

0 %

Angry

Angry
0 %

Surprise

Surprise
0 %

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *