Pendeta Semly “Mengaku” Direkam Sahabat Dekat Menyoal Bagi-Bagi Proyek Di Lingkup Pemda Malaka.

Read Time5 Minutes, 9 Seconds

Timorpost.com – Malaka – Pendeta gereja Pentekosta Weoe, Semly Talan mengaku dirinya direkam oknum tak dikenal (sebut saja intel), seketika menyoal bagi-bagi proyek pada lingkup Pemerintahan Kabupaten Malaka.

Kuat dugaan dialog pendeta Semly bersama oknum takdikenal tersebut diduga terkait tender proyek perbaikan saluran dan penimbunan lapangan Betun, Kabupaten Malaka, senilai Rp Rp 297 juta lebih.

Proyek tersebut memiliki pagu Rp 375 juta dan proses tendernya dilakukan pada Mei 2019 yang dimenangkan oleh CV Kasih Jaya dengan nilai penawaran Rp 297.496.934,43. Perusahaan tersebut yang dipakai oleh Pendeta Semly untuk mengerjakan proyek tersebut, sementara pendeta Semly menyebutkan Robby Koen (tenaga kontrak daerah) sebagai kuasa direkturnya.

Sementara Pendeta Semly Talan yang berhasil di konfirmasi (18/7/2019), kepada wartawan dirinya mengaku proyek perbaikan saluran dan penimbunan pada areal lapangan umum betun dirinya selaku kontraktor.

“Akan tetapi terkait rekaman yang diperoleh wartawan tergkait bagi-bagi proyek pada lingkup pemda Malaka tersebut, pendeta Semly mengakui itu adalah suaranya.

Menurut pak pendeta dirinya tidak tahu menahu, maksud apa perbincangan itu direkam lalu diberikan kepada wartawan.

“Walau demikian pendeta Semly sudah mengantongi satu nama yang diduga oknum yang memberikan data rekaman atau mengadu ke wartawan.

Dia menambahkan, oknum yang merekam merupakan sahabat dekat hal ini menunjukkan musuh dalam selimut yang secara diam diam merekam pembicaraan saat bersama,entah dimana dan kapan pak pendeta mengaku tidak mengingat lagi, akan tetapi pak pendeta mengetahui siapa oknum yang merekam itu, sebab jelas dialog bersama beberapa oknum tersebut.

“Saya mohon maaf terkait nama-nama yang yang disebutkan dalam rekaman, melalui media ini, pendeta Semly memohon maaf yang sebesar-besarnya, sebab hal itu tak sengaja, ternyata ada oknum yang merekam diam diam.

Sekali lagi mohon maaf kepada nama-nama yang disebutkan dalam rekeman yang sudah disebutkan itu, sebab tidak sengaja.

(Berikut Dialog Antara Pendeta Bersama Oknum Intel, yang diterima oleh media ini.)

Pendeta : Pasti ini dong hanya mau main-main dengan saya, pasti dong mau minta uang to. saya pi di bawa, ko saya su kasih dong 2 juta

Intel : Seharusnya yang punya bendera tidak datang itu salah. Namanya pembuktian dokumen apa yang dilampirkan pada penawaran proyek itu kita harus bawa.

Pendeta : Abang tau to barang ini kan sudah ada petunjuk itu dari atas to, dong (anak ulp) ini yang kurang ajar saja

Intel : Berarti yang punya bendera itu tidak datang untuk pembuktian dokumen proyek itu.

Pendeta : Eh sonde, ini direkturnya ada e kan direkturnya Robby Koen to

Intel : Ya iya, tapi kenapa tidak datang saat pembuktian.

Pendeta : Eeh ada, Robby Koen ada waktu itu. Kan bendera dong Epy yang simpan semua itu.

Intel : Okelah Direkturnya Robby Koen, tapi kan surat dokumen lainnya bukan atas nama Robby Koen.

Pendeta : Tidak. Sekarang dia (Robby Koen)  ada di ULP sana, dia kan ikut pembuktian dokumen to.

Intel : Ini menurut saya saja, kan saya kan tdak ada kepentingan dalam proyek ini. Tetapi ada dua versi disitu dalam arturan, kenapa tidak hadirkan 1 SBU dan SIUJK padahal su tau ada pembuktian dokumen berarti ada faktor X to.

Pendeta : Makanya saya bilang Jimi, “Jimi ko tolong ke bawah cari Pak Manjo atau Pak Manjo di Kupang juga, atau dia sudah pulang”

Intel : Makanya tanya dulu, harusnya bawa semua dokumen to. Tapi menurut saya jika POKJA masih netral, jika ada kekurangan dokumen pasti diinfokan ke Pak Pendeta to.

Pendeta : Tidak. Ini dong bermain di situ sa, kan beta sonde pergi to, bendera yang saya bawa itu namanya Kasih Sejahtera atau Kasih apa ko.?

Intel: itu bendera yang mau menang ka?

Pendeta : Iya

Intel : Disitu ada berapa bendera yang masuk? Maksudnya yang kasih masuk penawaran ada berapa bendera?

Pendeta : Ini to. Penyedia ini kan ada 14 itu sa

Intel : Berarti belum buka penawaran to, mana coba saya lihat. Ini sudah tahapan pemenang dan sudah evaluasi peserta, eh ini hanya satu yang masukan penawaran hanya CV. Kasih Jaya saja.?

Pendeta : Hancor ini anak dong ini? Tidak, ini dong sudah eok saya, saya pi saya hajar dong. Berarti su masuk, dong sengaja sa. Tidak ini dong mau minta uang pastinya. tapi lu dengan saya ni luterbuka sa, lu pasti aman.

Intel : Bukan, maksudnya berkas ini tidak sampai dan tudak masuk saat pembuktian atau tidak bawa berkas itu sudah keterlaluan. Berarti ini ada unsur apa? Kan gitu, jangan sampai ada sabotase harus ditelusuri, kan penyedia yang masukan penawaran hanya 1 saja.

Pendeta : 9 penyedia ini tidak kasih masuk penawaran kah? Berarti dong dengan sendirinya gugur.

Intel : Jika panitia masih hubungi Pak Pendeta, berarti maksudnya gitu biar sama-sama enak dong.

Pendeta : Tidak, saya su tau dong tu punya mau apa. Kan ini dari tahun lalu to.

Intel : Kan sebagai panitia menentukan sesuai apa yang ada di dokumen pelelangan.

Pendeta : Tidak, begini sekarang ini kan saya tidak ada di lokasi jadi dong buat begitu dengan bebas. Supaya dong amankan. Nanti baru dia aturkan aman to. Anak dong pun style kan begitu semua, hanya keterbukaannya tidak ada.

Intel : Tidak. Tadi Devy su WA bilang tidak ada SIUJK dan SBU.

Pendeta : Achh tidak bisa ee. Barang inikan di Malaka ini biasa kita yang atur ee, kalo 1 yang masukan berkas penawaran yang lain tidak lagi. Kan ini sudah ada jagoannya to abang, kan selama ini di Malaka begitu to abang. 9 CV itu sebenarnya sudah dilarang, kalo lu masuk ju sama sa kan yang menang itu sudah ada petunjuk dari bos di atas.

Intel : Tetapi sebagai ULP harus menerima dokumen pembuktian biar jelas administrasinya.

Pendeta : kan tadi saya su telfon Manjo, tapi biar di WA sa, biar ko orang rekam persetan dan Manjo bilang pusing amat, lalu dia bilang “ahh omong apa ini”. Kan petunjuk bos di atas sudah begitu, kenapa kasi susah saya lagi? Tolong sayang tolong di beta pun WA tadi e. kow yang kasih masuk penawaran hanya kita sa, itu sudah makanya om Isto tolong kirim kasi beta dokumennya. Sudah Pak tenang-tenang sa dari Sorga barang itu datang begitu. Kasi tau dia, saya sudah kirim berkas semuanya kas tau yang di sebelah yang terbaik saja to,bilang semua itu dipahami semua kas tau yang diIntelah. Saya ini om, kalo kerja tidak ada uang muka ni kita stress yang disebelah tau, om Minggus ni tau saya ada uang pasti dia ada.(Red/timorpost.com)

0

0

0 %

Happy

0 %

Sad

0 %

Excited

0 %

Angry

0 %

Surprise

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: