Modus Mafia BBM di Malaka Rugikan Negara Ratusan Juta Perhari.

Read Time1 Minute, 38 Seconds

TIMORPOST.COM – MALAKA – Modus Mafia Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kabupaten Malaka-NTT diduga telah merugikan negara ratusan juta per hari. Hal ini diungkapkan mantan suplayer BBM yang menolak namanya dipublikasikan.

Dia berkilah, tak sedikit mafia BBM bersubsidi jenis solar dan bensin di Malaka, kami mendapat keuntungan dari pengusaha yang melakukan penampungan BBM ini untuk kepntingan beberapa proyek di Malaka.

Menurut dia, modus mafia tersebut dengan cara membeli BBM bersubsidi di beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Malaka, kemudian dijual kepada pihak pengusaha yang seharusnya menggukan BBM Industri untuk operasional proyek. Biasa jam 7/8 malam begini jerigen mulai disusun di SPBU begini, nanti tengah malam mulai proses pengisian ke jerigen yang disusun ini.

“Mereka (mafia) membeli solar subsidi di SPBU Rp6000 lebih per liter, kemudian dijual ke pengusaha/pelaku industri sebesar Rp9.an per liter. Padahal harga solar industri Rp13 ribuan” terangnya, kepada wartawan, Selasa (10/9/2019)malam.

Setahu dan seingat saya juga, pengusaha yang mengerjakan proyek di Malaka jarang membeli BBM Industri di Atambua dan tidak pernah pengusaha di Malaka jarang melakukan pembelian BBM Bersubsidi, kami ini hanya cari nafka dengan cara seperti ini kaka,” terangnya.

(Pantauan Timorpost.com (10/9/2019) malam, ratusan jerigen mulai disusun rapi pada PMS laran, Betun).

Dari kisaran 200 liter per bulannya yang harus digunakan pengusaha di Malaka, kata dia, 80 persen itu diambil dari Pertamina BBM subsidi dan sisanya adalah BBM Industri. “Jadi sekali lagi kami tekankan pihak penegak hukum, tolong berantas para Mafia BBM yang marak di Malaka ini, karena ini tidak benar sesuai ketentuan,” ungkapnya.

Namun sejauh ini, kata dia, pengusaha di Malaka sudah biasa monopoli BBM bersubsidi, jarang – jarang mengikuti prosedur, yakni yang masih tetap menggunakan BBM industri.

“Jika memang ada ditemukan, itu salah mereka pengusaha yang tak mau belanja BBM industri. Sebab saya juga tidak bisa berkomentar banyak mengenai hal seperti ini. Sebab lebih paranya lagi ada beberapa oknum polisi dan tentara di Malaka pun turut menjadi mafia minyak. tutupnya.(Bereck.Z/TIMORPOST.COM)

1

0

0 %

Happy

0 %

Sad

0 %

Excited

0 %

Angry

0 %

Surprise

Tinggalkan Balasan