Masa Lalu, Masa Kini dan Masa Depan “Rakyat Malaka” Bersama Simon Nahak.

Read Time2 Minutes, 45 Seconds

Timorpost.com -Adv- Saat ini Masyarakat Dari Desa Hingga Ke Kota, Disungguhkan Dengan Peristiwa Pesta Demokrsi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 Mendatang.

Dr.Simon Nahak, SH.MH memiliki kisah perjuangan dalam tiga dimensi waktu yaitu; masa lalu, masa kini, dan masa depan.

Pada Masa lalu; Simon Nahak sebagai orang kecil yang benar-benar merasakan betapa susahnya menjadi kaum jelata, berjuang tak perna henti,hingga menjadi sukses sebagai seorang pengacara ternama di pulau dewata (kuta bali).

Sedangkan pada masa kini; Simon Nahak berhasil bergelar Doktor, bahkan dipercayakan menjadi Ketua Program Studi Magister Hukum Universitas Warmadewa yang mampu melakukan banyak hal untuk mahasiswanya serta hal lainnya.

Selanjutnya masa depan Simon Nahak bersama masyarakat Malaka, Masyarakat memanggil pulang untuk memimpi Malaka dalam memerangi sejumlah persoalan dugaan korupsi ataupun ekuasaan penguasa kecil yang jauh lebih menantang pada kabupaten yang masih belia itu.

Pada akhirnya masyarakat memiliki ekspetasi atau harapan-harapan yang kuat bersama Simon Nahak demi membersihkan bahasa dugaan korupsi dan penguasa jabatan yang kini menjadi hal biasa bagi para elite politik hingga para jutawan kampungan.

Kata Simon Nahak mungkin sudah saatnya orang miskin yang akan membantu orang susah.

Dr.Simon Nahak, SH.MH, merupakan kader terbaik Kabupaten Malaka yang sempat terlupakan bahkan tak dikenal,akan tetapi 30 tahun melanglang buana di pulau Bali, sosoknya sangat kenal, dihormati bahkan sangat disegani, hingga kini disunggukan untuk kembali bersama masyarakat membangun daerah kelahiranya.

Lahir dari rahim pulau Timor, tampil dengan sejumlah kisah masa lalunya. Nama Simon Nahak menjadi semakin besar dan populer karena semua orang terus membicarakan sosoknya. Sebagian orang mendiskusikan hal-hal positif, tergantung dari motif yang melatar belakanginya.

Terkait dengan pileg serentak 2019 yang sudah berlalu, pesan-pesan isu positif dan negatif tidak dapat dielak dan mencuat ke permukanan, sehingga menjadi dinamika politik yang menarik sekaligus menegangkan bagi masyarakat NTT bahkan masyarakat Malaka.

Tetapi bagi masyarakat Malaka yang cerdas akan melihat kedua hal diatas secara holistik, baik pristiwa-pristiwa dan isu negatif, maupun realita atau fakta-fakta sebagai isu positif untuk mengambil hikmah dari perjalanan hidup Simon Nahak sejak dalam penderitaan masa-masa kecil, berjuang hingga menjadi seorang Lawyer hingga menjadi ahli hukum pidana, sekaligus Ketua Program Studi Magister Hukum Universitas Warmadewa Denpasar, bahkan sampai saat ini Ia masih terpanggil untuk mewakili NTT di Senayan Jakarta.

Bagi Simon Nahak masyarakat desa hidup dan bergantung dari pertanian yang pada kenyataan masih menjadi potensi daerah. Ia juga sadar bahwa kelemahan masyarakat NTT dan Malaka terletak pada sumber daya manusia.

Bahwa NTT maupun Malaka belum bisa berbicara tentang penerapan trobosan pembangunan yang terlalu muluk-muluk, atau terlalu ideal dan terlalu jauh. NTT khususnya Malaka masih terhambat oleh sejumlah masalah antara lain, masalah pendidikan, kesehatan, hukum dan ham,sehingga penanganan dalam proses pembangunan masih berhubungan dengan ketiga hal pokok tersebut sangat dibutuhkan seorang kepala daerah yang visioner.

Berpengelaman sebagai akademisi Simon Nahak berpesan, bicara Pendidikan, kesehatan, hukum dan ham, menjadi sebuah fondasi yang mesti dibangun dan diperkuat jauh, sebelum memikirkan gagasan-gagasan besar agar NTT serta fokusnya Malaka, bisa mencapai kemandirian sampai dengan kemakmuran yang kini masih jauh di garis finis.

NTT memang masih banyak T-nya. Demikian juga Masyarakat Malaka juga merindukan sosok Kepala Daerah yang tangguh, militan, visioner, berkarakter, dan dapat membantu daerahnya menuju kondisi yang lebih baik. Banyak figur yang terpanggil untuk mengabdi,akan tetapi masih mementingkan kepentingan kelompok dan golongan. Dikataan bahwa Simon Nahak memiliki mimpi yang sangat realistis untuk NTT umumnya dan Fokusnya Kabupaten Malaka.(Adv/Timorpost.com)

0

0

0 %

Happy

0 %

Sad

0 %

Excited

0 %

Angry

0 %

Surprise

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: