Mantan Kepala ULP Malaka di Panggil Polda Sebagai Tersangka Proyek Bawang Malaka.

Read Time2 Minute, 14 Second

TIMORPOST/BETUN – Martinus Bere, SE mantan Kepala Unit Layanan Pengadaan Barang dan Jasa Kabupaten Malaka kembali dipanggil Satuan kewilayahan kepolisian daerah (Polda) NTT.

Selain Martinus Bere yang dipanggil terkait kasus dugaan korupsi pengadaan bibit bawang merah berebes Tahun Anggaran (TA) 2018. Kasus ini disinyalir akan menyeret sejumlah anggota DPRD Malaka dan beberapa OPD Malaka.

Panggilan Polda NTT kepada Martinus Bere itu diakui oleh Kepala Bappeda Kabupaten Malaka, Remigius Asa yang berhasil dikonfirmasi, Kamis (5/3/20) pagi.

Remigius mengatakan mantan Kepala Unit Layanan Pengadaan (ULP) Barang dan Jasa Kabupaten Malaka berinisial MB, sebagai sekretarusnya yang dipanggil untuk diperiksa terkait kasus bawang merah tidak berada di tempat saat ini.

MB sementara menjalankan perjalanan tugas keluar daerah, dalam rangka mengikuti rapat koordinasi teknis (rakortek) perencanaan pembangunan pusat dan daerah regional tahun 2020 di Surabaya.

Namun, surat panggilan Polda NTT tersebut sempat diantar ke kantor Bappeda Kabupaten Malaka yang beralamat di Tubaki Desa Kamanasa Kecamatan Malaka Tengah Kabupaten Malaka. Surat itu diteruskan ke kediaman MB yang beralamat di Betun Desa Wehali, Rabu (4/3/20) siang.

Walau demikian, remigius juga memperoleh informasi bahwa MB sudah berada di Kupang, Rabu (4/3/20) malam. Akan tetapi, tidak mengetahui persis urusan MB di Kupang.

Informasi yang dihimpun, paket pekerjaan pengadaan bibit bawang merah di kabupaten Malaka (TA) 2018 itu sudah diproses oleh Tipikor Polda NTT, dan telah memasuki pada tahapan pengiriman berkas perkara ke Kejaksaan Tinggi NTT (tahap 1).

Pada web Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kabupaten Malaka, proyek ini dikerjakan oleh CV.TIMINDO (berlamat di Jl.Elang No.9 Bonipoi – Kupang (Kota) – Nusa Tenggara Timur) dengan tanggal kontrak 27 februari 2018 ini tercatat memiliki pagu anggaran sebesar Rp 10.800.000.000.

Sayangnya realisasi proyek pengadaan bibit bawang merah brebes senilai Rp 10.600.000.000 (TA) 2018 itu ternyata tidak sesuai spesifikasi dan Kerangka Acuan Kerja (KAK) serta sarat KKN.

Kabid Humas Polda NTT, AKBP Johanes Bangun ketika dikonfirmasi, Rabu (4/3/20) terkait penetapan tersangka kasus bawang merah di Kabupaten Malaka belum memberi komentar hingga saat ini.

Namun, AKBP Johanes sempat berkomentar di media ini, bahwa akan mengecek penyidikan kasus dan penetapan tersangka sebagaimana yang dikirim via pesan whatsApp yang dikirim dari ponselnya beberapa waktu lalu.

Padahal Kasubdit Tipikor Polda Kepada bos bos di Malaka. Katanya memang ada surat panggilan…tapi ditahan atau tidak tergantung dari pak kapolda dan pak direskrimsus…bisa ditahan …bisa tidak…bisa dikenakan wajib lapor…soal nya sudah ditetapkan sebagai tersangka

Sedangkan hal ini, juga dibernarkan Dominikus Atok, Direktur Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda NTT yang berhasil dikonfirmasi, (5/3/20) pagi

“Jadwal pemeriksaanya akan dilakukan besok. Sebanyak 8 orang tersangka itu akan menjalani pemeriksaan terakhir sampai dengan hari senin,”jawab Domi, dengan singkat.(Tim/Dhy/Red)

1

0

Happy

Happy

0 %

Sad

Sad
0 %

Excited

Excited
20 %

Sleppy

Sleppy

20 %

Angry

Angry
0 %

Surprise

Surprise
60 %

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: