Kristo Haki: “Saya Mau Bangun TTU Dengan Pertanian

Read Time4 Minutes, 33 Seconds

Timor Post.Com – Kupang – Pasca mendaftar sebagai Calon Wakil Bupati Timor Tengah Utara periode 2020-2025 di Partai Gerindra tanggal 3 Oktober lalu, Kristoforus Haki alias Kristo kini menunggu siapa saja Calon Bupati Kabupaten Timor Tengah Utara [TTU] 2020-2025 yang akan meminangnya.

“Sejauh kita punya kecocokan pandangan dan niat yang sama untuk membangun TTU kenapa tidak?” Jelas Kristo saat dikonfirmasi via telepon selularnya, Sabtu 5 Oktober 2019.

Lebih lanjut mantan Anggota DPRD TTU periode 2014-2019 itu membeberkan sejumlah informasi penting terkait pencalonannya. Berikut petikan hasil wawancara dengan Kristo.

1. Anda telah mendaftar sebagai Calon Wakil Bupati periode 2020-2025 di Partai Gerindra, partai anda sendiri. Dorongan siapa dan dukungan siapa dibalik keputusan ini dan apa motivasinya?

Kristo: “Sebagai kader partai Gerindra, saya harus selalu siap dan bisa menjalankan apa yang menjadi tugas partai itu sendiri. Kader Gerindra bukan sekedar politisi biasa. Saya Kader Hambalang yang sudah digodok benar-benar bagaimana untuk membesarkan partai Gerindra ini sendiri. Kader Gerindra adalah pejuang politik tangguh dan setia serta amanah yang siap berjuang bersama rakyat. Seperti apa perjuangan itu ya tentu apa yang mejadi kepentingan rakyat itulah prioritas Kader Gerindra. Contohnya selama 5 tahun menjadi Anggota DPRD 2014-2019 dan kader Gerindra, ketika rakyat membutuhkan irigasi untuk mendukung produktifitas pertanian, disitu sebagai Kader Partai Gerindra dan Wakil Rakyat saya hadir memperjuangkan kebutuhan rakyat dan itu terjawab. Dengan itu dipastikan bahwa produktifitas pertanian akan meningkat. Kemudian program embung di tempat-tempat yang kering dan sangat membutuhkan air. Disitu kita hadir dengan program embung untuk menampung air hujan. Jadi sebagai kader kita harus mampu peka terhadap kebutuhan masyarakat.”

“Ketika masyarakat mengalami kesulitan akan air bersih kita perlu berpikir bagaimana cara agar masyarakat terpenuhi kebutuhannya akan air bersih. Termasuk ketika di desa-desa ada rumah yang tidak layak huni, sebagai kader jika itu bisa diperjuangkan maka kita perjuangkan. Ini semua sudah saya lakukan selama 5 tahun di DPRD Kabupaten TTU. Tentu masih ada hal lain di bidang pendidikan dan kesehatan.”

2. Menurut anda, apa saja persoalan TTU hari ini. Lalu mimpi anda membangun TTU lima tahun ke depan seperti apa?

Kristo: “akhir-akhir ini viral di medsos [cetak dan eletronik] TTU darurat stunting. Bahkan ada data yang muncul dengan informasi bahwa Daerah tertentu yang sebelumnya tidak ada stunting sekarang ada stunting.

Menyelesaikan akar masalah stunting tidak bisa hanyak dengan PMTA dalam tempo satu hingga tiga bulan atau satu tahun. Persoalan stunting harus dicegah sejak dari rahim ibu. Janin harus diurus dari dalam kandungan sehingga ketika bayi lahir dan bertumbuh bebas dari stunting.”

“Kita harus fokus pada pangan masyarakat sebagai dasar untuk mengatasi persoalan stunting. Bagaimana kebun masyarakat dibangun guna menghasilkan pangan yang baik dan mencukupi kebutuhan pangan keluarga. Dengan ketersediaan pangan bagi setiap keluarga di TTU maka anak-anak bisa tumbuh sehat. Tentang ini kita butuh kerjasama lintas stakeholders yang masif terpadu dan terstruktur sehingga bisa diatasi.”

“Persoalan-persoalan ini memotivasi saya selaku Kader Gerindra untuk mencalonkan diri dan maju berjuang bersama rakyat. Tentu mengatasi isu-isu tersebut tidak harus dengan menjadi Bupati atau Wakil Bupati. Tetapi karena saya adalah kader Partai dan mantan Anggota DPR yang didukung oleh simpatisan yang berjumlah 1.264 orang [=suara] yang masih setia dengan saya. Lalu didukung tokoh adat dan tokoh masyarakat, maka saya maju.”

3. Menurut anda, langkah paling kongkrit dan strategis membangun TTU ke depan seperti apa?

Krito: “TTU harus dibangun secara bersama. Kita harus membangun komunikasi dengan partai-partai lain; Golkar dan PKB serta Hanura bagaimana membangun TTU ke depan. Pemerintah sebelumnya dan hari ini sudah melakukan yang terbaik untuk membangun TTU. Namun kekurangan itu pasti ada. Masih ada sisa pekerjaan rumah yang harus diselesaikan yakni isu kekeringan dan penanganan stunting serta infrastruktur.”

“Sektor pertanian di TTU itu yang harus digenjot. Kita jangan bicara jauh dulu ke depan ya soalnya kita masih berproses di bawah. Tetapi yang pasti bahwa kita melakukan komunikasi dengan partai-partai lain seperti Golkar dan PKB serta Hanura.”

4. Sejauh pantauan media sudah ada beberapa figur seperti Eusibius Binsasi dan Frengki Saunoah telah mendaftar di Gerindra sebagai Cabub TTU periode 2020-2026, apa pendapat anda tentang figur-figur tersebut?

Kristo: “pak Eus adalah seorang birokrat profesional, memiliki kwalitas kepemimpinan yang tidak diragukan lagi, konektifitas beliau dengan pusat dan luar negeri juga sangat kuat. Karakter beliau sangat cocok dengan masyarakat Timor-Tengah Utara. Ia punya kemampuan atau kapabilitas untuk membangun daerah TTU.”

“Fengki Saunoa juga figur yang baik dan kader PDIP yang pernah menjadi Anggota DPR, Wakil Ketua DPR dan Ketua DPR. Kemampuan beliau juga tidak diragukan. Soal digandeng siapa itu tergantung bagaimana kita membangun komunikasi dan kesepahaman bagaimana membawa TTU ke depan. Saya dan Frengki berasal dari satu desa dapil Insana. Saya bangga bahwa dari Maubesi kami punya kader-kader potensial. Kami semua sangat profesional dan terbaik.”

5. Apakah sejauh ini sudah ada Cabub tertentu yang membangun komunikasi dengan anda untuk posisi Calon Wakil Bupati?

Kristo: “Cabub-Cabub yang datang mendaftar ke Gerindra tentu sudah melirik Kader-Kader Gerindra. Kami selalu terbuka terhadap siapa pun kader-kader potensial. Ketika ada kecocokan dan kesatupahaman bagaimana membangun TTU secara lebih baik ke depan dan diterima oleh masing-masing, maka kita bisa terbuka untuk berpasangan.”

“Gerindra tidak mencari orang hebat tetapi orang dengan ketulusan dan kesungguhan membangun TTU dengan lebih baik. Kita tidak mau pemimpin yang arogan dan merasa diri hebat. Tetapi pemimpin yang baik dan rendah hati serta mau membangun TTU menuju sejahtera.”

6. Anda sudah mendaftar sebagai calon Wakil Bupati TTU di Partai Gerindra, setelah ini apa langkah anda selanjutnya?

Kristo: “Ya kita berproses saja. Tetapi untuk sementara saya dan kelompok pertanian saya fokus pada aktifitas pertanian. Kebetulan saya suka pertanian dan orang tua saya juga petani. Jadi pertanian bagi saya itu favorit untuk membangun TTU ke depan.” [kos/kos].

3

0

0 %

Happy

0 %

Sad

0 %

Excited

0 %

Angry

0 %

Surprise

Tinggalkan Balasan