Connect with us

Hukum Kriminal

Kontraktor Proyek Puskesmas Weliman Siap Tuntaskan Pekerjaan, Walau Dikenai “Addendum”

Published

on

Read Time1 Minute, 30 Second

TIMORPOST.COM/MALAKA – Meski didesak waktu Addendum. PT. Timorraya Kupang, selaku kontraktor pelaksana, siap tuntaskan proyek pembangunan Pukesmas Weliman, sesuai waktu addendum yang diberi.(11/1/2020)

Informasi yang dihimpun (timorpost.com), proyek Puskesmas Weliman tersebut menghabiskan anggaran senilai Rp; 4,7 miliar, yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) kabupaten Malaka (TA) 2019.

Proyek yang memakan anggaran 4,7 Miliar itu, kontrak kerjanya dilaksanakan sejak bulan Juli 2019. Hingga kini progres pembangunan gedung puskesmas baru mencapai 20%, hingga dikenai addendum.

Sementara menurut Ferry Manek, kepada timorpost.com (11/1/2020) mengatakan,
selaku kepala cabang PT.Timorraya Kupang dan sebagai kontraktor pelaksana pembangunan Puskesmas Weliman kita bertanggung jawab penuh.

“Dijelaskannya, sebagai putra daerah asli Malaka, akan utamakan kualitas bangunan sesuai RAB yang diminta PPK”,tanda Ferry.

Walau demikian, ia mengaku proyek tersebut masa kontraknya sudah berakhir pada bulan Desember 2019 lalu. Akan tetapi sesuai perpres, ada regulasi yang mengatur pemberian kesempatan (addendum) menyelesaikan pekerjaan kepada penyedia barang/jasa selama 50 (lima puluh) hari.

Selaku kontraktor, pelaksana proyek PT. Indoraya Kupang, Ferry Manek menyanggupi akan menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan target waktu “Addendum” dengan memperhatikan kualitas pekerjaan.

“Kami terus mengerjakan sesuai waktu yang diberi, kami yakin pekerjaan ini akan selesai tepat waktu “addendum” dan kualitas pekerjaannya terjaga” ujar Ferry.

Keterlambatan progres munurut Ferry, Seharusnya Pekerjaan ini selesai sesuai waktu normal. Namun dalam perjalanannya, ada masalah soal tanah yang hingga memakan waktu sebulan lebih”, terangnya.

Sedangkan kata Herman Klau, kepala (ULP) Malaka, yang sebelumnya sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek pembangunan Puskesmas Weliman, Ketika dikonfirmasi Ia mengatakan, terhambatnya proyek tersebut akibat tanah yang dibagun puskesmas itu menui masalah dengan diklaim masyarakat.

Menurutnya, pembayaran pada kontraktor baru uang muka, pembangunan masih ada waktu sesuai aturan, jadi pihaknya (PPK) belum memutus kontrak.

“Proyek ada hambatan soal tanah, kami baru membayar uang muka. Namun masih ada waktu, jika kontraktor mempunyai komitmen dan niat baik untuk lanjutkan pekerjaan”,tandasnya.(Cheld/TIMORPOST.COM)

0

1

Happy

Happy

0 %

Sad

Sad
0 %

Excited

Excited
0 %

Sleppy

Sleppy

100 %

Angry

Angry
0 %

Surprise

Surprise
0 %

Continue Reading
Click to comment

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: