KKN Proyek Bawang Malaka; Ketua IKM Bali Apresiasi Kapolda dan Penyidik Tipikor Polda NTT

Read Time2 Minute, 21 Second

TIMORPOST/MALAKA – Polda NTT berhasil membongkar skandal dugaan korupsi proyek pengadaan bawang merah di Malaka. Ketua Ikatan Keluarga Malaka (IKM) Bali, Yanuarius Nahak, S.H,.M.H berikan apresiasi kepada Kapolda NTT dan para penyidik Polda NTT.

“Sebagai anak Malaka, kami berikan apresiasi yang mendalam kepada Kapolda NTT bersama semua penyidik yang sudah berusaha dan melaksanakan proses hukum terhadap kasus bawang merah di Malaka,” kata Ketua Ikatan Keluarga Malaka (IKM) Bali, Yanuarius Nahak, S.H,.M.H kepada wartawan via teleponnya (8/3/2020)

Pasca, penetapan sembilan tersangka dan ditahannya tiga tersangka kasus ini merupakan sebuah langkah mengembalikan kepercayaan masyarakat kepada pihak Kepolisian NTT dalam upaya penanganan kasus korupsi di Kabupaten Malaka.

“Korupsi itu praktek ketidakadilan, karena apa yang seharusnya merupakan porsi rakyat, direkayasa penuh nafsu menjadi milik sendiri atau milik segelintir orang,”ucap Yanuar Nahak, ketua Ikatan Keluarga Malaka Bali, sekaligus Pembina FORUMAL Mahasiswa Malaka Bali.

Beberapa bulan lalu, ketika Kabupaten Malaka disorot oleh media dalam dugaan Kabupaten Malaka (Kabupaten baru), juara korupsi, Bupati Malaka yang biasa disapa SBS itu menegaskan tidak ada perlombaan korupsi dan dengan tegas dirinya menegaskan bahwa Kabupaten Malaka tidak ada praktek korupsi.

Kini, setelah penyelidikan akurat, akhirnya Penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polda NTT menetapkan tiga orang tersangka yakni Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Malaka, Yustinus Nahak, dan dua Direktur CV Timindo, yakni Severinus Devrikandus Siriben dan Egidius Prima Mapamoda, pada Jumat (6/3/20), atas dugaan korupsi dalam program bawang merah brebes, program unggulan Bupati Malaka, dr. Stefanus Bria Seran, MPH.

Ketiganya ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan terkait dugaan korupsi pada proyek pengadaan bibit bawang merah tahun 2018 yang menyebabkan negara dirugikan sebesar Rp 4,9 miliar dari total nilai proyek sebesar Rp 10,8 miliar (dilansir Media Online Sergap.id, Kupang, 6/03/2020).

Memang dugaan korupsi ini, secara langsung bukan dilakukan oleh Bupati Malaka, tetapi tanggung jawab leadership sebagai seorang kepala daerah tetap diperhitungkan. Kita bisa berandai bahwa tidak mungkin apa yang dilakukan oleh kaki dan tangan dalam organ tubuh dan kepala tidak tahu-menahu tentang itu.

Masyarakat bisa jadi, tidak lagi percaya kepada Pemda Malaka, keadaan di Kabupaten baru di NTT, dugaan korupsi menyeret 9 orang tersangka, hal berpotensial mematahkan atau mementahkan apa yang selama ini diserukan oleh Bupati Malaka.

Terutama beberapa waktu lalu, Bupati Malaka telah menegaskan bahwa di Kabupaten Malaka, tidak ada praktek korupsi. Kini telah terbukti, sembilan orang tersangka dalam kasus pengadaan bibit bawang merah brebes.

Pernyataan Bupati Malaka waktu itu, menggiring masyarakat seoalah di Malaka tidak ada korupsi, namun pada kenyataannya ada korupsi berkelompok.
Hal ini berpotensi dapat menimbulkan mosi tidak percaya masyarakat terhadap Bupati.

“Kini masyarakat sudah dapat membuktikan secara yuridis, maka menjadi catatan serius bagi masyarakat Malaka, karena Malaka masih dalam usia dini, telah terlibat dalam skandal pelanggaran yuridis yang tidak sedikit,”jelas Yanuar Nahak, Ketua (IKM) Bali, yang juga merupakan Pembina FORMMAL BALI itu.(Anggrainy/Red)

3

0

Happy

Happy

0 %

Sad

Sad
0 %

Excited

Excited
25 %

Sleppy

Sleppy

0 %

Angry

Angry
25 %

Surprise

Surprise
50 %

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: