Kelangkaan BBM Jenis Solar di Malaka. Diduga Ada Praktik “Mafia”

Read Time2 Minutes, 4 Seconds

TIMORPOST.COM – MALAKA – Diduga ada praktik “Mafia” Bahan Bakar Minyak jenis solar, hingga mengakibatkan kelangkaan (BMM) jenis solar subsidi di Kabuapten Malaka.

Hasil investigasi timorpost.com, sejak satu bulan terakhir sebanyak tiga SPBU di Malaka jarang menjual BBM jenis solar,ditemukan juga beberapa “mafia” BBM demi kepentingan oknum pengusaha, BBM jenis solar tersebut dimonopoli beberapa perusaahan yang beroperasi di Malaka. Selain itu pengisian BBM solar didominasi oleh truck-truck yang mensuplai material untuk perusahan besar yang kini mengerjakan proyek di Malaka.

Pengakuan PM pengusaha dibetun, membenarkan hal tersebut, ai kita ini prngusaha, ketika diminta maka kita kerjakan sesuai permintaan PT tersebut.

Walaupun begitu, dia mengaku sering mengirim BBM jenis solar bersubsidi kepada beberapa perusahan, termasuk PT. IDK perusahaan tambak garam yang kini beroperasi di kabupaten Malaka. Ucap Bos PM kepada timor post pekan lalu.

Foto: Truck yang hendak mengantar BBM jenis solar kepada bebera perusaahan di Malaka. Temuan dalam investigasi timorpost.com pekan lalu) 
(Foto: Truck yang hendak mengantar BBM jenis solar kepada bebera perusaahan di Malaka. Temuan dalam investigasi timorpost.com pekan lalu) 

Sementara yang dilansir VoxNTT.com, pengusaha BBM PT. Kuda Laut Timor, Balding Tanur. Ditemui dikediamannya, Balding blak-blakan mengakui, sepekan terakhir, pasokan solar subsidi terbatas, hanya 5 ton stok per hari dari yang sebelumnya biasa 10 ton per hari.

Walau demikian, Balding mengakui, kondisi keterbatasan stok solar ini diduga praktek “mafia” BBM dimana sejumlah Perusahan di Belu dab Malaka tidak melakukan pembelanjaan BBM industri tetapi mereka (perusahaan) lebih memilih menggunakan BBM solar subsidi.

“Iya, memang stok untuk satu minggu ini dibatasi tapi kondisi ini lebih parah lagi dengan praktek dimana sejumlah perusahaan di Belu tidak pernah membeli solar industry,”.

Balding menuturkan, untuk stok solar industri di Belu hanya disediakan PT. Kuda Laut Timor. Sedangkan solar nonsubsidi jenis Dexalite hanya ada di SPBU Fatubanao. Itupun kata dia, jumlahnya juga terbatas.

Balding juga mengakui, pemanfaatan solar Industri yang disediakan pihaknya, penggunanya hanya 15 persen atau hanya satu hingga tiga perusahaan yang membeli solar industri. Sedangkan sejumlah perusahaan besar tidak pernah membeli solar industri. Padahal, jumlah proyek di Belu dengan volume besar cukup banyak.

“Saya punya data. Sejumlah perusahaan besar di Belu tidak pernah beli solar industri. Yang beli solar industri hanya satu sampai dua perusahan saja. Lalu mereka ambil BBM di mana, karena stok dexalite di SPBU Fatubanao juga tidak seberapa banyak,” terang Balding saat ditemui di ruang kerjanya.

Berdasarkan hasil pantauan sejumlah awak media di Malaka, sejak sebulan terakhir, dimana dari tiga SPBU yang ada di Malaka sangat langkah, akibat diduga semua BBM bersubsidi di suplai ke beberapa PT yang kini beroperasi di Malaka.(Bereck.Z/TIMORPOST.COM)

0

0

0 %

Happy

0 %

Sad

0 %

Excited

0 %

Angry

0 %

Surprise

Tinggalkan Balasan