Kekurangan Air Bersih Masih dikeluhkan warga Oebesa TTS.

Read Time1 Minute, 51 Second

Kekurangan Air Bersih Masih dikeluhkan warga Oebesa TTS.

Timorpost.com – SoE – Krisis air bersih menjadi problem yang sangat serius di wilayah Kabupaten TTS. Hal tersebut dibenarkan warga RT/014, Kelurahan Oebesa, Kabupaten TTS.

Demikian disampaikan Ketua RT/014, Nitanel Faot ketika ditemui Timorpost selasa, 06 agustus 2019 memberi keterangan terkait krisis air bersih yang dialami warganya.

“Kami sangat kekurangan air bersih di sini, dulu ada bantuan dari pemerintah namanya P2KP itu di wilayah sini dapat bantuan satu bak penampung air bersih sehingga sangat membantu, tapi sekarang sudah rusak”. Papar Nitanel

Air bersih merupakan kebutuhan utama semua orang. Nitanel menambakan “Sekarang ini saya bersama warga hanya menggunakan sumber mata air yang ada di dalam wilayah sini, mata air itu ada saat musim hujan saja. kami biasanya bergotong royong membersihkannya untuk kami pakai. Mata air ini juga debitnya sudah mulai berkurang sehingga saya mau buat pertemuan dengan warga dalam waktu dekat untuk antisipasi kalau dibulan september nanti debit air ini habis.”

Ditanya awak media terkait Program Pemerintah setempat, Nitanel menambahkan “Dalam Musyawarah Perencanaan Dan Pengembangan di kelurahan tidak pernah membahas tentang langkah – langkah konkrit pemerintah guna menjawab problem ini hanya fokus pada pengembangan jalan dan penerangan”. Menanggapi hal itu warga berinisiatif dengan daya dan upaya sendiri dalam memenuhi kebutuhan air bersih.

Salah satu warga ketika diwawancarai mengeluhkan sikap pemerintah. “Kami ini masyarakat kecil jadi kalau bisa tolong perhatikan kami, jangan acuh karena kami dulu baru kalian dapat itu kursi kehormatan. Wakil Rakyat juga jangan terlena dengan kemewahan di kantor sementara kami menderita, tolong perhatikan kami dulu.” Ujar Inyo.

Ketika menjelang musim kemarau, masyarakat di wilayah TTS pada umumnya dan RT/014 Kelurahan Oebesa pada khususnya mengalami masa sulit akibat krisis air bersih. “Biasanya kita beli air bersih yang dijual di wadah jerigen 5 liter seharga Rp. 3000/buah. Coba pikir kalau dalam rumah ada belasan orang kita harus kasih keluar uang sampai Rp.50.000/hari untuk kebutuhan makan, minum, cuci, dll.”

Beliau menambahkan harapannya pada Pemerintah dan Wakil Rakyat agar mau memberi perhatian secara khusus dalam mengatasi krisis air bersih di Timor Tengah Selatan saat ini. “Kami punya harapan agar dapat pemerintah kasih perhatian khusus dalam hal ini. Paling tidak kami bisa merasakan dampak positifnya tahun depan”.(FT/Timorpost.com)

0

0

Happy

Happy

0 %

Sad

Sad
0 %

Excited

Excited
0 %

Sleppy

Sleppy

0 %

Angry

Angry
0 %

Surprise

Surprise
0 %

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *