Kejati NTT Mulai Lidik Dugaan Korupsi Proyek Pengadaan Lampu Sehen di Malaka. 

Read Time3 Minutes, 7 Seconds

TIMORPOST.COM/BETUN –  Kejaksaan Tinggi Provinsi Nusa Tenggara Timur mulai lidik. Dugaan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) pada proyek pengadaan lampu Sehen sebanyak 1529 unit Tahun Anggaran (TA) 2016 dan 268 unit TA 2017 di Kabupaten Malaka.

Tim intelijen Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT mulai menyelidiki dugaan korupsi pengadaan lampu sehen senilai Rp 7,1 miliar yang dilaporkan Aliansi Rakyat Anti Korupsi (Araksi), Alfred Baun di Kejati NTT.

Kasi Penkum dan Humas Kejati NTT, Abdul Hakim, kepada wartawan di kantornya, Rabu kemarin menegaskan bahwa laporan tersebut diterima sejak beberapa waktu lalu. Dugaan korupsi sebagaimana laporan dari ketua Aliansi Rakyat Anti Korupsi (Araksi), Alfred Baun di Kejati NTT.

Laporan, kata Abdul, diterima langsung oleh tim intelejen Kejati NTT, Yupiter Selan dari Ketua Araksi, Alfred Baun. Saat ini tim intelejen sedang meneliti laporan dari Araksi terkait adanya dugaan korupsi pengadaan lampu sehen di Kabupaten Malaka senilai Rp 7,1 miliar,” kata Abdul.

Usai meneliti laporan tersebut, tim intelijen Kejati NTT akan membuat telaahan atas laporan adanya dugaan korupsi pengadaan lampu sehen di Kabupaten Malaka. Jika hasil dari penelitian berkas ditemukan adanya unsur perbuatan melawan hukum yang merugikan keuangan negara, maka akan ditindaklanjuti pada tahap berikutnya.

“Yang jelas bahwa tim segera turun ke lapangan untuk dilakukan pengecekan secara langsung apakah benar laporan tersebut,” ujar Abdul.

Diberitakan sebelumnya. Realisasi proyek senilai Rp 6,792,404,000  (2016) dan Rp 1.130.131.000 (2017) itu diduga tidak sesuai spesifikasi dan Kerangka Acuan Kerja (KAK) serta sarat KKN.

Tahun 2016, proyek yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Malaka ini dikerjakan oleh Stanly Tanjung, Direktur Utama PT Sun Power Intim yang beralamat di jalan Timor Raya, RT016/RW007 Kelurahan Kelapa Lim, Kota Kupang.

Sedangkan paket proyek tahun 2017 dikerjakan oleh Ferdinand Lapebesi,  Direktur Utama CV Clara yang berlokasi di jalan Bakti Surya RT029/RW009, Fatululi, Oebobo, Kota Kupang.

Sesuai kontrak, lampu yang dipasangkan di rumah warga yang jauh dari jangkauan listrik itu harus berdaya 3 watt, terang cahaya per watt 145 lumen (435 lumen/watt) dan memiliki type GB 2574 (KW 1 atau asli).

Namun barang yang diadakan dan diberikan kepada masyarakat oleh kontraktor justru diproduksi oleh PT Santinilestari Energi Indonesia dengan type ESUN 2574 (KW 2/bukan asli) dan hanya berdaya 2,5 watt, lumen 125 per watt (312.5 lumen/2,5 watt).

“Perbedaan spesifikasi barang ini sangat berpengaruh terhadap harga dan kualitas. Seharusnya menyediakan jenis lampu Sehen dengan type GB 2574 (KW 1) asli ataupun jenisnya yang sesuai dengan spesifikasi yang disyaratkan oleh panitia pengadaan barang dan jasa. Dugaan kuat terjadi KKN. Sebab barang yang diminta dan didatangkan itu cukup jauh perbedaannya, baik dari segi kualitas maupun harga. Apalagi barang yang ada tidak mencapai kuota yang ditargetkan pada tahun 2016,” papar sumber di Dinas PU Kabupaten Malaka.

Marselinus Klau, warga Desa Barada, Kecamatan Malaka Tengah, mengatakan, tahun 2016 dan 2017 hampir 100 Kepala Keluarga (KK) di desanya pernah menerima bantuan lampu sehen. Akan tetapi lampu bantuan pemerintah tersebut sudah tidak berfungsi. Soal kualitas kami tidak tahu, tapi yang pasti lampu itu sudah rusak,” katanya.

Berikut data proyek pengadaan lampu sehen di Kabupaten Malaka, yang bersumber anggaran 2016 dan 2017 yang diduga sarat KKN.

1. Proyek: Pengadaan Lampu Sehen Kabupaten Malaka. (a.) Satker: Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman.(b.) Kode Lelang: 345684.(c.) Sumber Anggaran: APBD TA. 2017. (d.) Nilai Pagu Paket: Rp.1.132.324.388,00.(e.) Nilai HPS Paket: Rp.1.132.324.388,00.(f.) Pemenang: CV.CLARA (Jln. Bhakti Surya RT. 029/ RW. 009 Kel. Fatululi, Kec. Oebobo – Kupang (Kab.) – Nusa Tenggara Timur), dengan harga penawaran dan harga terkoreksi Rp.1.130.131.000,00.(g.) Tanggal penetapan pemenang: 11 Juli 2017.(h.) Tanda Tangan Kontrak: 14 Juli 2017.

2. Proyek: Pengadaan Lampu Sehen kabupaten Malaka. (a.) Satker: Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman. 
(b.) Kode Lelang: 142684. (c.) Sumber Anggaran: APBD TA. 2016.(d.) Nilai Pagu Paket: Rp.6.800.000.000,00. (e.) Nilai HPS Paket: Rp.6.800.000.000,00. (f.) Pemenang: PT. SUN POWER INTIM (Jln. Timor Raya No. 126 A – Kupang (Kota) – Nusa Tenggara Timur), dengan harga penawaran dan harga terkoreksi Rp.6.792.404.000,00. (g.) Tanggal penetapan pemenang: 20 Juli 2016. (h.) Tanda Tangan Kontrak: 27 Juli 2016.(Red/red) 

1

1

0 %

Happy

0 %

Sad

0 %

Excited

0 %

Angry

0 %

Surprise

Tinggalkan Balasan