Connect with us

Kupang

Jery Manafe: Kabupaten Kupang Sangat Terbuka Dengan Pers

Published

on

Read Time5 Minutes, 26 Seconds

Timor Post.Com – Kupang – Forum Komunikasi Lintas Media [FORKOMED] menyambangi Kantor Bupati Kupang dan bertemu Wakil Bupati Kupang, Jery Manafe di ruang kerjaNya pada Senin tanggal 7 Oktober 2019.

Dalam temu diskusi tersebut FORKOMED bersama Jery Manafe membahas beberapa poin perihal Progress Pembangunan Daerah Kabupaten Kupang hari ini. Diantaranya pendayagunaan potensi-potensi [resources] Daerah dan kendala-kendala yang dihadapi Pemerintah Daerah dalam pengelolaan resourcesnya serta bagaimana ide-ide inovatif dan kreatif tatakelola resources ke depan yang bermanfaat bagi kemajuan masyarakat.

Lalu sinergi desiminasi informasi tentang progress tatakelola resources dan kinerja Pemerintah Daerah Kabupaten Kupang sesuai dengan program-program yang telah dirancang [red. 5 P: pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, parawisata] di dalam RPJMD.

Selanjutnya merancang bersama lokakarya PEMDA Kabupaten Kupang bersama FORKOMED untuk melihat lebih jauh peran kongkrit Media dalam pembangunan Daerah.

Terhadap pokok-pokok pikiran tersebut yang dibeberkan FORKOMED, Jery Manafe manyampaikan terima kasih atas kehadiran FORKOMED dan ide-idenya.

“Saya yakin ada sesuatu yang menarik di Kabupaten Kupang sehingga teman-teman hadir disini. Terima kasih teman-teman wartawan mau datang untuk melihat Kabupaten Kupang dan beberapa hal tentangnya dari dekat. Pemerintah Daerah Kabupaten Kupang dibawah kepemimpinan Korinus Masneno-Jery Manafe [KOMITMEN] selalu terbuka dengan media; entah itu media eletronik, media cetak, maupun media sosial lain [seperti daring/online, dsb].” Ungkap Jery.

Lebih lanjut Jery Manafe memaparkan bahwa Dirinya dan Bupati Kupang, Korinus Masneno akan selalu bersinergi dengan media dalam melaksanakan seluruh program KOMITMEN yang sudah sejak awal kampanye mereka telah disosialisasikan kepada masyarakat. Program dimaksud yakni revolusi 5 yang sudah masuk dalam RPJMD. Disebut revolusi karena 5 P tersebut tidak bisa hanya dikerjakan dengan biasa-biasa tetapi harus dikerjakan dengan luar biasa, lebih sungguh dan lebih konsen serta lebih mengawasinya di tingkat lapangan.

Pemda Kabupaten Kupang dibawa kepemimpinan Korinus Masneno dan Jery Manafe fokus pada program revolusi 5 P karena; pertama, Kabupaten Kupang punya wilayah yang sangat luas. Bahkan menurut Jefry lebih luas dari Provinsi Bali. Luas Bali ± 5000 km sedangkan luas Kabupaten Kupang ± 7000 km.

Wilayah begini luas, lanjut Jery, tetapi infrastrukturnya kurang memadai. Kurang memadai karena APBD Kabupaten Kupang; Dana DAU kecil sekali yakni 1,3 triliun/ tahun. Setengah dari jumlah tersebut terserap di biaya Belanja langsung dan sisanya dialokasikan untuk belanja tidak langsung. Menurut Jery, faktor inilah yang menyebabkan perkembangan Kabupaten Kupang tidak bisa mengalami lompatan. Sebaliknya hanya bisa akan berjalan sesuai dengan kondisi Daerah Kabupaten Kupang.

Kedua, Kabupaten Kupang punya potensi begitu besar tetapi PAD-nya masih kecil, sekitar Rp 80 milliar dan atau belum mencapai Rp 100 miliar. Ini terjadi karena masih ada banyak potensi di Kabupaten Kupang yang belum dioptimalkan. Ada yang sudah dikelola tetapi belum tertata dengan baik. Ini yang sementara menjadi perhatian PEMDA Kabupaten Kupang untuk menatanya kembali.

“Contohnya, soal galian golongan C. Kota Kupang tidak akan bisa membangun tanpa pasir dari Kabupaten Kupang, mengingat Kota Kupang tidak memiliki kali dan batu pasir. Tetapi retribusi Kabupaten Kupang lebih banyak larinya ke Kota Kupang. Untuk membangun mal-mal, GOR, kantor gubernur, galian C diambil dari Kabupaten Kupang tetapi retribusinya dipungut oleh Kota. Kabupaten memang mengambil retribusi tetapi jumlahnya sangat kecil. Apalagi sekarang Pertambangan sudah berada pada wewenang langsung Provinsi. Jadi kita akan menata kembali hal ini melalui mekanisme pembayaran retribusi secara eletrik [e-pay]. Kabupaten Kupang akan memberlakukan E-Payment untuk golongan C sehingga PAD bisa terkawal dengan baik.” Jelas Jery.

Hal lain Jery membeberkan tentang ‘kebocoran.’ Seharusnya truck pengangkut galian C harus bayar karcis ketika lewat pos jaga, tetapi justru malah tidak bayar. Kebocoran ini biasanya besar terjadi di hari libur atau malam hari dimana para petugas sudah pulang dan/atau off.

Ketiga, Kabupaten Kupang juga memiliki ternak yang lebih banyak daripada Kota Kupang. Tetapi sapi-sapi yang dikirim keluar ke Kota memakai kuota Kota sehingga retribusinya lebih banyak diterima oleh Kota.

Kemudian soal pasar, Jery Manafe menjelaskan bahwa Kabupaten Kupang penunjang ekonomi Kota [melalui produk sayur, daging, telur, dan bahan konsumtif lainya] dan turut menentukan berkurangnya inflasi. Hanya saja pasarnya belum dikelola dengan baik. Ada pasar di Kabupaten Kupang tetapi orang masih membawa jualan dan berjualan di Pasar Kasih Naikoten, Pasar Oeba, Pasar Oebobo dan Pasar Oesapa. Menurut Jery hal inilah yang perlu ditata kembali.

Lalu soal perkebunan. Di jalan-jalan di sekitar Kabupaten Kupang, mulai dari Civic Center Oelamasi hingga Tarus banya orang membuka mebel [kursi, meja, lemari, peti jenasah, dan sebagainya]. Bahan kayu semua didatangkan dari Kabupaten Kupang. Tetapi retribusi untuk Kabupaten Kupang hampir tidak ada. Ini masalah serius sehingga Jery menegaskan bahwa Ia dan Korinus Masneno sedang membangun sinergitas antara Dinas-Dinas di PEMKAB. Termasuk dengan Camat-Camat dan desa-desa hingga RT/RW untuk membuat SAKIP guna memperbaiki sistem kinerja OPD-OPD sehingga tidak ada ego sektoral dari masing-masing perangkat daerah.

Dengan demikian Dinas Pertanian tidak lagi hanya mengurus pertanian dan Dinas Peternakan tidak hanya fokus mengurus peternakan tetapi semuanya bekerja dalam satu mata rantai.

“Kalau pertaniannya baik, ya peternakan juga pasti baik. Jadi revolusi 5 P itu harus merupakan satu paket mata rantai tak terpisahkan dan tak terputuskan. Di dalamnya semua Dinas berkolaborasi atau bersinergi.” Tandas Jery.

Menanggapi soal adanya kritik publik yang kurang melihat kinerja PEMDA walau PEMDA sendiri sudah melakukan banyak hal, Jery menegaskan bahwa kritik masyarakat ada benarnya juga karena memang wilayah Kabupaten Kupang terlalu luas dengan topografinya yang unik dan kondisi infrastruktur yang masih terbatas.

Kabupaten Kupang juga memiliki kondisi alam yang lengkap. Ada wilayah yang panas dan ada wilayah yang sejuk serta wilayah yang dingin. Juga ada lahan gembalaan sapi yang luas dan area perikanan laut yang luas serta daerah wisata yang luar biasa. Hanya saja bahwa PEMDA kekurangan anggaran.

Lebih lanjut Jery Manafe mengatakan kita harus bersyukur punya Gubernur yang perhatian dengan Kabupaten Kupang. Jalan ke Amfoang sudah dibuat hotmix karena Amfoang menjadi lokasi dimana akan dibangun Stasiun Observatorium Geometeologi terbesar di Indonesia.

Kepada awak media [FORKOMED], Jery menyampaikan terima kasihnya.

“Kabupaten Kupang hingga saat ini sangat terbuka untuk pers. Di Kantor Bupati Kupang kami telah menyiapkan satu ruang khusus yang tertata baik untuk pers sehingga kemana Saya dan Bupati bergerak, selalu ada dengan pers. Saya berharap teman-teman Media Lintas Provinsi ini juga bisa mengambil berita dari Humas Kabupaten untuk bantu publikasikannya kepada publik.“ Pinta Jery.

Tentang lokakarya dengan para jurnalis, Wakil Bupati Kupang Jery Manafe sangat menyetujui sekali ide tersebut.

“Kita [Korinus-Jery] tidak bisa menilai diri kita sendiri. Kami hanya bisa melihat diri kami melalu cermin dan cermin itu adalah media yang selalu memantulkan siapa diri kami dan kinerja kami. Mungkin ada ‘fleg’ atau ‘tahi lalat hitam’ di wajah kami bisa melihatnya melalui ‘cermin’. Saya mengharapkan media bisa terus ada bersama-sama dengan kami dan kita bersinergi; baik itu media di Kabupaten maupun media-media yang ada di di NTT. Karena apa pun media dan apa pun tingkatan media itu tujuannya cuma satu yakni memberitahukan fakta/kebenaran,” harapnya. [kos/kos].

1 0
Happy

Happy

0 %

Sad

Sad
0 %

Excited

Excited
0 %

Sleppy

Sleppy

0 %

Angry

Angry
0 %

Surprise

Surprise
0 %

Continue Reading
Click to comment

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: