Connect with us

National

FCW Menilai Pernyataan Menteri Desa PDTT Saat Kunjung Ke Malaka “Asal Bunyi”

Published

on

(Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi saat Kunker di Malaka)

Read Time2 Minute, 31 Second

 

TIMORPOST.COM/MALAKA – Pernyataan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar dalam sambutannya saat kunjungan kerja ke Kabupaten Malaka – NTT, Minggu (15/12/2019) dinilai asal bunyi alias tanpa memahami kondisi riil di Malaka.

Pernyataan Menteri Desa PDTT tersebut disampaikan ketika berkunjung di kantor DPC PKB Kabupaten Malaka.

Sangat dipertanyakan kapasitas kunjungan Menteri ke Kabupaten Malaka itu, apakah sebagai Menteri atau sebagai Pengurus DPP PKB. Aneh jika Pak Menteri gunakan duit negara untuk urusan dan atau kepentingan politik partai.

Demikian keterangan tertulis Herman Seran, Ketua Flobamora Corruption Watch (FCW) Wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) kepada wartawan (16/12/2019) sore, terkait beberapa pernyataan Pak Menteri Desa PDTT.

Menurutnya, sangat disayangkan jika pernyataan Menteri Desa PDTT itu benar, sebab hal tersebut dinilai tanpa pemahaman yang komprehensif tentang problematika pembangunan di Kabupaten Malaka.

Pertama, Pak Menteri Desa PDTT Menyebut penggunaan rumah orang tua sebagai kantor, sebagai sebuah model keteladanan bisa salah arah jika Pak Menteri tidak membandingkannya dengan anggaran Kabupaten Malaka yang digunakan untuk pembiayaan “Rumah Tangga” pejabat publik yang serta merta dimanfaatkan untuk pembiayaan “Rumah Tangga” bukan pejabat publik (pribadi) yang serta merta tidak terhindarkan karena rumah pribadi (orang tua) dijadikan kantor.

Kedua, apakah Pak Menteri tahu, jumlah dana publik yang telah diserap untuk kebutuhan “rumah tangga” Bupati Malaka akibat penggunaan rumah orang tua sebagai kantor. Jika pak Menteri tidak tahu, sebaiknya jangan berkomentar tanpa dasar.

Ketiga, apakah Pak Menteri juga tidak tahu, bahwa Pemda Malaka sudah bangunkan Rumah Jabatan Bupati dan Wakil Bupati, namun tidak mau dihuni karen Bupati lebih memilih tinggal di rumah orang tuanya? Lalu, apakah itu bukan pemborosan keuangan publik?

Keempat, pernyataan Pak Menteri yang menyatakan “tidak memilih bangun gedung dan lebih memilih membangun untuk rakyat”…butuh klarifikasi dan justifikasi lebih lanjut.

Kelima, sebagai catatan untuk Pak Menteri: jangan asal bicara tanpa memahami realitas di daerah. Sebagai Menteri Desa, disarankan untuk tidak asbun (asal bunyi), seraplah terlebih dahulu data dan informasi secara komprehensif sebelum menyampaikan pernyataan kepada publik.

Ketua FCW juga mempertanyakan, terkait rumah jabatan bupati dan wakil bupati, anehnya, sudah dibangun tapi tidak dipakai tapi dialihfungsikan. Hal Ini yang mengindikasikan gagal merencanakan. Adagium perencanaan: gagal menyusun rencana sama dengan merencanakan kegagalan.

“Pointnya, kalau belum butuh rumah jabatan bupati dan wakil bupati, ya jangan dibangun dulu. Itu namanya asal bangun”.

“Kalau yang dibutuhkan itu kantor-kantor dinas, ya bangun dulu kantor dinas. Apakah mau dikonsentrasikan di satu gedung atau disebar, ya harus sesuai rencana detail tata ruang dan lebih detail lagi dalam Rencana Teknis Ruang Kota. Apakah itu semua sudah ada?”

“Ya kalau belum ada..ya pantas saja Pemda asal asal bangun rumah dinas bupati sesukanya dan akhirnya tidak difungsikan”, tegasnya.

Di semua daerah otonomi baru RTRW, RDTR dan RTRK itu penting didahulukan agar pembangunan fisik (pemanfaatan ruang) tidak semena-mena atau asal-asalan.

Sederhananya, ada kawasan permukiman, perkantoran, bisnis, kawasan konservasi dan lainnya. Jadi letak kantor pemerintah juga sudah diatur dalam rencana yang tersusun rapi sehingga tidak asal bangun.

Dalam hal fungsi alokasi anggaran ini namanya “Kegagalan fungsi alokasi : yaitu anggaran dialokasikan untuk membangun sesuatu yang tidak atau belum dibutuhkan.

(Bereck/TIMORPOST.COM)

1

0

Happy

Happy

0 %

Sad

Sad
0 %

Excited

Excited
0 %

Sleppy

Sleppy

0 %

Angry

Angry
0 %

Surprise

Surprise
100 %

Continue Reading
Click to comment

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: