Emanuel Bria Siap Bertarung di Pilkada Malaka 2020, Bertekat Akhiri Monopoli Kekuasaan.

Read Time2 Minutes, 45 Seconds

Timorpost.com – Adv – Satu lagi putra Badut Malaka, mulai disebut masyarakat, yang bakal meramaikan perhelatan politik pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Malaka pada tahun 2020 mendatang.

Dialah Emanuel Eddy Bria. Kepala perwakilan sebuah lembaga riset kebijakan ternama di dunia, Natural Resource Governance Institute (NRGI) di Indonesia.

Jika beberapa kader sudah menyatakan diri untuk maju termasuk petahana, Eman Bria pun demikian disebut masyarakat pada bursa Pilkada Malaka mendatang.

Eman Bria, demikian dia disapa, menyatakan siap bertarung dalam Pilkada Malaka tahun 2020 dan siap membangun wilayah perbatasan RI-RDTL menjadi lebih baik.Sudah saatnya kita akhiri monopoli kekuasaan.

Selain di Indonesia, beliau telah berkarya di berbagai negara di Asia seperti Kamboja, Myanmar, Filipina, Vietnam dan Timor Leste dalam bidang pembangunan
berkelanjutan dan tata kelola Sumber Daya Alam. Beliau juga seorang aktivis anti korupsi dan lingkungan.

Berkeinginan kuat menjadi bagian dari dinamika politik di Malaka dengan mengusung tekad pengabdiannya untuk masyarakat Malaka. Sudah saatnya kita akhiri monopoli kekuasaan. Jika Malaka ingin berubah maka kita perlu kerja keras, kerja cerdas, dan kerja jujur.

Meskipun telah berkelana ke semua benua di dunia, Emanuel Bria tetaplah seorang anak kampung dari Malaka. Hatinya selalu tinggal di Malaka tanah kelahirannya.

Emanuel Bria adalah putra asli Rabasa Ha’in, Malaka, NTT.  Masa kecilnya dihabiskan di Rabasa sebelum melanjutkan sekolah menengah di Timor Timur waktu itu. Pendidikan SMA diselesaikan di Kolese Santo Yoseph yang dikelola para Yesuit.

Studi sarjananya diselesaikan pada STF Driyarkara, Jakarta dan program Magisternya diselesaikan di Paramadina Graduate School of Diplomacy, Jakarta dengan spesialisasi ketahanan energi. Beliau juga menyelesaikan pendidikan profesional dalam bidang manejemen strategis di Universitas Cornell, Amerika Serikat. Selain itu juga pernah menjadi Fellow di Bonn, Jerman pada lembaga Friedrich Ebert Stiftung.

Saat ini beliau adalah kepala perwakilan sebuah lembaga riset kebijakan ternama di dunia, Natural Resource Governance Institute (NRGI) di Indonesia. NRGI berkantor pusat di New York, Amerika Serikat. Selain menjadi nara sumber di berbagai forum nasional dan internasional, beliau juga diundang mengajar di beberapa kampus seperti Paramadina Graduate School of Diplomacy, mengajar kursus tahunan tata kelola Sumber Daya Alam di Universitas Gadjah Mada yang pesertanya dari berbagai negara di Asia Pasifik, University of Queensland, Australia dan Catholic University of Peru.

Bekerja adalah sebuah kemuliaan. Pekerjaan apapun entah sebagai petani, nelayan, peternak, ASN, pengusaha, karyawan swasta, dll pada prinsipnya mengangkat harkat dan martabat kita, harga diri kita sebagai manusia. Menikmati hasil dari keringat sendiri adalah sebuah keluhuran dan berkat dari Tuhan, alam dan leluhur. Beber Eman Bria kepada timorpost. com, beberapa waktu lalu.

Menurutnya, yang menjadi tantangan bersama masyarakat Malaka adalah? mengapa kita menemukan begitu banyak koruptor di republik ini? Kenapa ada sederet dugaan kasus korupsi di Malaka? Jawabannya sederhana, karena orang-orang ini lebih suka memilih jalan pintas untuk menumpuk harta dengan mencuri uang rakyat dari pada menikmati hasil kerja yang halal.

“Jika Malaka ingin berubah maka kita perlu kerja keras, kerja cerdas, dan kerja jujur.
Daerah Malaka adalah milik semua orang Malaka. Sudah saatnya kita akhiri monopoli kekuasaan di tangan segelintir keluarga di Malaka.tegasnya.

Pada akhir perbincangan dia (Eman Bria) membeberkan, Peradaban-peradaban besar lahir dan akan bertahan lama diatas fondasi pemikiran. Kekuatan Malaka sesungguhnya terdapat pada fakta bahwa ia adalah pusat sejarah dan kebudayaan Wewiku Wehali. Malaka hanya bisa terbang tinggi jika akarnya tertanam kokoh dan dalam di hati dan pikiran setiap anak Malaka yang kerja keras, kerja cerdas, dan kerja jujur.(Adv/Timorpost.com)

0

0

0 %

Happy

0 %

Sad

0 %

Excited

0 %

Angry

0 %

Surprise

Tinggalkan Balasan