Direktur Utama Kasus Bawang Merah Malaka Belum Ditahan Polda NTT.

Read Time2 Minute, 19 Second

TIMORPOST.COM, BETUN – Toni Baharudin Alias Toni Tanjung selaku direktur utama Cv Timindo, belum ditahan penyidik Tipidkor Polda NTT. 3,9 miliar kerugian uang negara belum ditemukan.

Sebanyak Rp 3,9 miliar kerugian negara belum berhasil diselamatkan,” demikian disampaikan Direktur Reserse dan Kriminal (Direskrimsus) Polda NTT Komisaris Besar (Kombes) Heri Tri Mariyadi, pada jumpa pers, Kamis (12/2/2020).

Penyidik Tipidkor NTT berhasil menyita sebuah mobil jenis HRV, yang merupakan hasil korupsi dilakukan Severinus Devrikandus Siriben alias Jepot senilai Rp400 juta.

“Selain itu, penyidik berhasil menyita, uang tunai sebesar Rp 665.696.000 yang merupakan hasil sitaan dari 8 tersangka korupsi pengadaan benih bawang merah,”kata Kombes Hery.

Selain 8 tersangka yang sudah ditentukan, masih ada lagi yang tersangka yang sudah dua kali lipat dari permintaan Polda NTT, yaitu Tony Baharudin alias Tony Tanjung.

Informasi yang dihimpun, Tony Tanjung kini sedang bersembunyi di Surabaya, Jawa Timur. Karena itu Polda, NTT akan melakukan upaya demi perjuangan yang diminta.

“Untuk menelepon yang baru nanti kami akan mengeluarkan surat untuk penjemputan paksa. Kami tidak main-main, ”tegas Hery.

Pengakuan Tersangka dan Jumlah Tersangka Yang Ditahan.

Padahal Severinus Devrikandus Siriben alias Jepot dan Egidius Prima Mapamoda alias Epy Mapa sudah mengakui, adik-adik Bupati Malaka YBS disebut-sebut turut menerima aliran uang haram pada proyek pengadaan bibit bawang merah Malaka kurang lebih, senilai Rp 1,2 miliar lebih.

Sebelumnya, penyidik Tipidkor Polda NTT telah menahan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Malaka, Yustinus Nahak, dan dua makelar proyek bibit bawang merah senilai Rp 10,8 miliar yang merugikan negara sebesar Rp 4,9 miliar, yakni Severinus Devrikandus Siriben alias Jepot dan Egidius Prima Mapamoda pada Jumat (6/3/20) kemarin, kini penyidik Tipidkor Polda NTT kembali menahan 4 tersangka lain dalam kasus yang sama.

Empat orang yang baru ditahan pada Senin (9/3/20) sore itu adalah mantan Kepala Unit Layanan Pengadaan (ULP) Kabupaten Malaka Martinus Bere alias Manjo, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Yosef Klau Bere, Ketua Pokja Agustinus Klau Atok, dan Sekretaris Pokja Karolus A. Kerek.

Pernyataan Herman Hery Ketua Komisi III DPR RI

Menurut Herman Hery politisi PDIP, terkuaknya kasus bawang merah di Malaka membuat dirinya sedih. Sebab jauh sebelum kasus ini ditangani Polda NTT, Bupati SBS pernah sesumbar bahwa di Malaka bebas praktek korupsi.

“Sedih. Titik!,” kata Herman Hery.

Herman Hery mengatakan, semua pihak harus menaruh kepercayaan kepada penyidik Polda NTT untuk membongkar kasus ini sampai ke akar-akarnya.

Komisi III DPR RI ini, berjanji akan memantau jalannya kasus tersebut. Termasuk mendorong penyidik Polda untuk melakukan langkah-langkah yang dianggap perlu, agar kasus tersebut terbuka dan harus menyeret siapa pun (ke sel) yang terlibat (termasuk SBS jika ikut terima fee proyek bibit bawang merah).

“Biarkan penyidik berjalan secara profesional, penyidik harus lakukan TPPU (Tindak Pidana Pencucian Uang). Agar terbuka aliran dananya mengalir sampai kemana saja,” ucapnya.(Adv/Red)

0

0

Happy

Happy

0 %

Sad

Sad
0 %

Excited

Excited
0 %

Sleppy

Sleppy

0 %

Angry

Angry
0 %

Surprise

Surprise
0 %

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: