Diduga Jalan Hotmix di Buiudukfoho Dikerjakan Asal Jadi, Lalu Ditambal Dengan Semen.

Read Time1 Minute, 58 Seconds

Timorpost.com – Malaka – Diduga Proyek Tahun 2016 Peningkatan Jalan Biudukfoho – Wekeke, Kabupaten Malaka Dikerjakan Asal Jadi Oleh PT. Naviri Multi Kontruksi,Kuat Dugaan Proyek Senilai 16 Miliar itu Sarat KKN. 

Infomasi yang diperoleh dari LPSE Malaka, Proyek tersebut dikerjakan oleh PT. Naviri Multi Kontruksi yang bersumber Anggaran APBD Malaka Tahun 2016, sebanyak Rp 16.758.032.000,00.

Pengakuan warga masyarakat desa sekitar, (6/8/2019),kepada Timorpost.com mengatakan, proses pengerjaan aspal hotmix sepanjang tujuh kilometer itu dikerjakan pihak rekanan yang dipercayakan Dinas PUPR Malaka sejak tahun 2016.

“Abang (wartawan-red) lihat sendiri kondisi badan jalan yang baru dikerjakan tahun 2016 dan pada tahun 2017 itu memang sudah rusak sebagian badan jalan, sempat tokoh pemuda muat foto jalan yang rusak pada Fb, sehingga pihak kontraktor tambal dengan semen pada ruas jalan yang sudah pecah dan rusak, waktu itu tahun 2017, hingga sekarang kondisinya seperti yang dilihat.

Sebagian aspalnya sudah mengelupas lantaran diduga dikerjakan asal jadi. Aspal yang terkelupas sebagian sudah ditimbun dengan tanah dan sertu kerikil yang lainnya ditambal dengan semen. Kalau gak salah, biaya proyeknya yang dikerjakan tahun 2016 itu sekitar 17 miliar,” sebut Egi warga Rinhat.

(Salah Satu Ruas Jalan Buiudukfoho Yang Sudah Rusak)
(Salah Satu Ruas Jalan Buiudukfoho Wekeke Yang Sudah Rusak)

Sementara Drs Wahyono Kepala Cabang PT. Naviri Multi Konstruksi yang bertugas di Malaka.Ketika dikonfirmasi Timorpost.com (2/8/2019) membenarkan, sejak tahun 2012 pihaknya mengerjakan proyek di Malaka, sejak itu pihaknya mulai membuka kantor cabang di Malaka.

“Wahyuno membenarkan sejak tahun 2012 pihaknya banyak mengerjakan proyek yang bernilai paling rendah 5 miliar, sedangkan sejak di kabupaten Malaka, banyak proyek yang dikerjakan oleh pihaknya dibawah naungan PT.Win Group walau demikian dilapangan dikerjakan oleh PT. Naviri Multi Konstruksi atau PT. Lainnya.

Mulai dari pembangunan jalan, gedung serta lainnya memang benar jika dikatakan dikerjakan oleh PT. Naviri Multi Konstruksi akan tetapi dibawah naungan PT.Win Group.

Diakhir kata Wahyuno menambhkan, untuk tahun 2019 PT.Win Group mengerjakan sebanyak 4 proyek diantaranya, puskesmas Tafuli, UGD RSPP Betun, Jalan Kletek dan Tahap ke-3 pembanguan kantor DPRD Malaka.

Akan tetapi untuk pembangunan kantor DPRD saat ini pihaknya sementara mendatangkan atap dari jawa, diperkirakan dalam bulan ini akan dimulai kerjakan, sebab tahun ini anggaran disediakan utuk pengatapan saja.

Walau demikian Wahluyo memngatakan, pembangunan kantor DPRD untuk tahap ke tiga ini, hanya lanjutan pembangunan atap, gedung DPRD Malaka dipastikan selesai dibangun, dibutuhkan dua tahap anggaran lagi, diantaranya untuk pembangunan plafon serta finising dan lainnya, yah sekiranya dibutuhkan anggaran dua tahap lagi untuk dirampungkan itu. Jelasnya.(Ch/Timorpost.com)

0

0

0 %

Happy

0 %

Sad

0 %

Excited

0 %

Angry

0 %

Surprise

Tinggalkan Balasan