Bupati Ngada: Stop Kekerasan Terhadap Anak, Mulai Hari Ini di Tempat Ini Dan Dari Diri Saya. 

Read Time3 Minute, 7 Second

Timorpost.com – Bajawa – Kegiatan menyambut HAN adalah bentuk peringatan kepada publik akan semakin maraknya kasus kekerasan terhadap anak yang terjadi akhir-akhir ini. Karena itu dia minta, kegiatan semacam ini yang diisi dengan berbagai atraksi tidak hanya dilakukan menjelang HAN tetapi juga lebih sering.

Demikian disampaikan Bupati Ngada Paulus Soliwoa dalam perayaan Hari Anak Nasional (HAN) Tingkat kabupaten Ngada, Jumat (9/8/2019).

Untuk kabupaten Ngada, Paulus Soliwoa usai menerima surat terbuka anak Ngada menegaskan, kegiatan seperti ini akan dilakukan setiap bulan sekali bergilir dari kecamatan ke kecamatan. Kegiatan ini semacam safari sebagai wujud penolakan terhadap kasus kekerasan yang menimpa anak-anak Ngada dan menyatakan ‘Stop Kekerasan Terhadap Anak.’

Selanjutnya Bupati Paulus Soliwoa sesaat menjelang penandatanganan Komitmen Pemerintah Ngada Bebas dari Kekerasan terhadap anak dengan tagline “Akhiri Kekerasan Terhadap Anak Dimulai dari Diri Saya’ mengatakan, tidak ada pilihan dalam kebijakan Pemerintah Daerah Ngada selain sepakat dan berkomitmen bersama semua stakeholder menolak segala bentuk kekerasan terhadap anak, baik kekerasan fisik, psikis, verbal, maupun kekerasan seksual. “Stop kekerasan terhadap anak mulai hari ini, di tempat ini dan dari diri saya,” kata Paulus Soliwoa mempertegas tema perayaan HAN dalam komitmen ini.

Usai penanda tanganan yang diikuti Forkompimda, wakil guru, LSM dan Pers itu, Bupati Paulus Soliwoa didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Ngada Ny. Kurniaty Soliwoa melepaskan sepasang burung merpati disaksikan sekitar 1000 orang siswa dan para undangan yang hadir. Salah seorang siswa bernama Johny bertanya, kenapa melepaskan burun dalam perayaan ini? Yang dijawab salah seorang guru, “karena merpati tak pernah ingkar janji. Komitmen pada HAN tahun ini adalah janji yang nyatakan dalam memerangi kejahatan terhadap anak.

Ketua Panitia HAN tahun 2019 Paulina Laban melaporkan, peringatan Hari Anak Nasional belum menjadi tradisi masyarakat di Indonesia dibandingkan dengan peringatan hari besar lainnya. Bahkan banyak anak-anak Indonesia yang tidak mengetahui adanya Hari Anak Nasional.

Diharapkan momen Peringatan HAN 2019 ini dapat menggugah dan meningkatkan kepedulian setiap individu, orang tua, keluarga, masyarakat, dunia usaha, media, dan anak serta pemerintah pusat dan daerah akan pentingnya peran, tugas dan kewajiban masing-masing dalam pemenuhan hak dan perlindungan anak. Dalam kegiatan hari anak nasional anak lebih dibebaskan untuk berekspresi, berkreasi serta mengeluarkan dan mengembangkan kreaktifitas yang sesuai dengan kegiatan yang diselenggarakan. Dengan ada kegiatan ini anak bisa menyalurkan ide-ide serta kreaktifitasnya yang selama ini sulit untuk mereka salurkan.

Banyak kebijakan, program, dan kegiatan yang telah dibuat dan dilaksanakan di seluruh tingkatan wilayah, namun pemenuhan hak dan perlindungan anak belum optimal. Hal ini antara lain terlihat dari masih banyaknya anak yang tidak memiliki akta kelahiran, informasi yang ada belum ramah anak, mudahnya anak mengakses pornografi, masih terbatasnya wadah partisipasi anak dan suara anak belum mewarnai proses pembangunan.

Di bidang kesehatan masih banyak masalah kesehatan anak, di bidang pendidikan belum semua anak mendapatkan pendidikan, terbatasnya ruang kreatifitas anak, masih banyaknya pekerja anak, maraknya kekerasan kepada anak, baik kekerasan di rumah, di jalan, di sekolah dan tempat-tempat umum lainnya, masih banyak anak berkebutuhan khusus yang belum terpenuhi haknya. Semua ini tentunya akan berdampak pada tumbuh kembang anak dan kehidupan mereka pada saat dewasa.

Hal tersebut perlu dicegah dengan cara menciptakan lingkungan yang kondusif untuk memberikan perlindungan dan tumbuh kembang anak yang optimal. Lingkungan yang kondusif harus dimulai dari dalam keluarga karena keluarga adalah lembaga pertama dan utama yang dapat menciptakan anak GENIUS (Gesit Empati beraNI Unggul Sehat)”.

Kegiatan ini kata Paulina, bertujuan: mengembangkan bakat dan kreatifitas anak; pengenalan hari anak bagi para pelajar; mempererat hubungan persaudaraan anat pelajar; agar anak dapat lebih berani menampilkan kelebihan serta keberanian untuk berada didepan orang banyak; menambah wawasan pengetahuan para siswa tentang hari anak nasional; agar anak bebas berekspresi.

Kegiatan Hari Anak Nasional tingkat Kabupaten Ngada tahun 2019 diselenggarakan atas kerja sama Dinas PMD P3A Kabupaten Ngada dengan Wahana Visi Indonesia yang melibatkan berbagai stakeholder (Mos/Timorpost.com)

0

0

Happy

Happy

0 %

Sad

Sad
0 %

Excited

Excited
0 %

Sleppy

Sleppy

0 %

Angry

Angry
0 %

Surprise

Surprise
0 %

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *