Bupati Malaka Siap Maju Pilkada 2020. ARAKASI Lapor Bupati Malaka Ke KPK-RI.

Read Time3 Minute, 47 Second

Timorpost.com – Opini –  Suhu politik di Kabupaten Malaka,Provinsi Nusa Tenggara Timur Mulai Memanas Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Malaka 2020.

Sedangkan Aliansi Rakyat Anti Korupsi (ARAKSI) Resmi Melaporkan Dugaan Korupsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Malaka Oleh Bupati dan Ketua DPRD ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (5/7/2019).

Bupati Malaka siap maju lagi pada pilkada Malaka 2020 yang hingga kini lagi disungguhkan, Bagaimana ketika laporan ARAKSI ke KPK terhadap Bupati Malaka Stefanus Bria Seran dan Ketua DPRD Adrianus Bria Seran terbukti terkait dugaan korupsi sebesar Rp 29 miliar.

Hingga kini Bupati Malaka dr. Stefanus Bria Seran, akhirnya resmi bergabung menjadi anggota Partai Golkar. Informasi yang diperoleh Timorpost.com Bupati Malaka resmi menjadi anggota Partai Golkar DPD II Kabupaten Malaka. Sementara adik kandung bupati Malaka merupakan Ketua DPD ll Golkar Malaka dialah Adrianus Bria seran.

Masuknya SBS sebagai anggota partai berlambang beringin ini ditandai dengan penyerahan kartu tanda anggota (KTA) oleh Ketua DPD Partai Golkar Provinsi NTT, Melki Laka Lena di Malaka Senin (5/8/2019). Hal ini dapat memberi sinyal pada pilkada Malaka tahun 2020 mendatang, Partai Golkar akan mengusung SBS sebagai calon Bupati Malaka.

Selain itu, Ketua DPD II Partai Golkar Malaka adalah adik kandung SBS, dan juga sejak dulu, Keluarga Bria Seran sudah identik dengan Partai Golkar Malaka dan mendapat sebutan rumah kuning.

(Ketua ARAKSI, Alfred Baun Sabtu (6/7/2019) berhasil registrasi laporan dugaan korupsi idi KPK pada Jumat 5 Juli 2019 di Gedung KPK Jakarta.)

Menanggapi informasi bahwa Partai Golkar pasti mengusung SBS, Ketua DPD I Partai Golkar NTT, Melki Laka Lena mengatakan hal itu tidak boleh dilakukan karena harus melalui survei. Artinya, Partai Golkar belum tentu mengusir SBS dalam Pilkada Malaka yang sudah resmi menjadi anggota Partai Golkar.

Sedangkan Aliansi Rakyat Anti Korupsi (ARAKSI) akhirnya resmi melaporkan dugaan korupsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Malaka oleh Bupati dan Ketua DPRD ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (5/7/2019).

Ketua ARAKSI, Alfred Baun kompilasi dihubungi Timorpost.com, Sabtu (6/7/2019) mengatakan, laporan dugaan korupsi itu telah diregistrasi di KPK pada Jumat 5 Juli 2019 di Gedung KPK Jakarta.

Dijelaskannya, dalam laporan ke KPK tersebut, ARAKSI melaporkan dua dugaan Korupsi di Kabupaten Malaka yaitu:
Dugaan Korupsi APBD Kabupaten Malaka menerima anggaran senilai Rp 24 miliar yang diperuntukan untuk Yayasan Pendidikan Alexander Bria Seran, yang merupakan Milik Bupati dan Ketua DPRD Kabupaten Malaka. Dan Dugaan Korupsi yang menghabiskan anggaran senilai Rp:5 miliar digunakan untuk merehabilitasi Rumah Pribadi Orang Tua Bupati dan Ketua DPRD Kabupaten Malaka.

KPK mengatakan akan segera menindaklanjuti laporan yang sudah kita sampaikan,” pungkas Alfred.Sebelumnya diberitakan, Aliansi Rakyat Anti Korupsi (Araksi) mengklaim telah mengantongi bukti yang kuat terkait dugaan korupsi APBD Kabupaten Malaka. Bukti-bukti tersebut telah dikumpulkan dan sudah dikirimkan bersama laporkan ke komisi pemberantasan korupsi (KPK) di Jakarta.

Gong Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Malaka mulai ditabuh dan masa jabatan Bupati – Wakil Bupati Malaka baru akan berakhir pada Februari 2021.Meskipun demikian, sudah ada figur-figur terbaik Malaka yang menyatakan diri siap bertarung dalam perhelatan politik ini.

Salah satunya adalah Pengacara dan Advokat Senior, Dr. Simon Nahak.SH.MH. Simon Nahak yang pada Pemilu Legislatif 2019 yang lalu bertarung melalui Partai Perindo ini, kini mengumumkan siap maju di Pilkada Malaka 2020 mendatang dan siap untuk mendaftar ke beberapa partai politik (parpol) termasuk Partai Golkar yang telah resmi mendaftarkan.

Sedangkan kader muda partai Golkar, Louise Lucky Taolin Anggota DPRD NTT, yang merupakan anak kandung dari mantan Wakil Bupati Belu Ludovikus Taolin, pun siap bertarung dalam pesta demokrasi Pilkada Malaka 2020. Sudah sejak lama Louise Lucky Taolin (Kim Taolin) menyatakan sikap siap maju dalam Pemilihan Kepala Daerah tahun 2020 mendatang, hingga kini spanduk bakal calon Bupati Malaka sudah mulai dipasang oleh tim relawan.

Kim Taolin yang menggantikan posisi ayahnya itu mengaku, sudah sejak lama terjun ke masyarakat, mensosialisasi diri menyatakan sikap siap maju dalam pilkada Malaka 2020 mendatang. Louise Lucky Taolin yang merupakan Anggota DPRD NTT aktif saat ini, sebagai kader partai tentu akan mengikuti keputusan partai untuk maju dari jalur partai, tentunya dari partai Golkar karena dirinya merupakan kader partai Golkar.

Kesiapan Kim Taolin untuk maju dalam kontestasi Pilkada Malaka 2020 dalam rangka mewujudkan kemajuan Malaka yang lebih baik dan pembangunan di daerah Malaka itu nyata dirasakan masyarakat.

Dengan majunya anak mantan Wakil Bupati Belu itu, tentunya ingin berkontribusi lebih luas bagi daerahnya. Sebab Malaka memiliki wilayah yang luas, terdapat 12 kecamatan dan 127 desa. Sehingga Malaka yang merupakan DOB itu harus terwujud untuk pemerataan dan percepatan pembangunan di Malaka.(Ch/Timorpost.com)

1

0

Happy

Happy

0 %

Sad

Sad
0 %

Excited

Excited
0 %

Sleppy

Sleppy

0 %

Angry

Angry
0 %

Surprise

Surprise
100 %

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *