Bawang Merah RPM Malaka, Mulai Diserang Hama Ulat dan Fusarium.

Read Time1 Minute, 8 Seconds

TIMORPOST.COM/MALAKA – Program Revolusi Pertanian Malaka komoditi bawang merah bima brebes, diserang hama ulat dan penyakit layu fusarium.

Serangan hama itu dikwatirkan akan menurunkan jumlah produksi bawang. Tanaman bawang merah yang seharusnya usia 55 sampai 60 hari dapat dipanen, bisa mundur 10 sampai 15 hari. Demikian Disampaikan Mas, ketua kelompok tani, yang menggolah lahan seluas 80 are, di Desa Bakiruk, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka yang temui awak media pekan lalu.

“Sejak satu bulan terakhir ini, hama ulat dan penyakit layu fusarium/ moler, menyerang tanaman bawang merah milik Kelompok kami, akibat tak memiliki anggaran untuk membeli pestisida.

Menurutnya, akibat serangan hama dan penyakit itu, panen bawang merah menjadi mundur. Sebab, serangan awalnya kata dia yakni di bagian dasar umbi lapis, akibatnya pertumbuhan akar maupun umbi tergganggu.

“Gejala serangan hama ulat yaitu adanya lubang – lubang pada daun mulai dari tepi daun, permukaan atas dan bawah. Sedangkan penyakit layu fusarium/ moler, gejala visualnya daun yang menguning dan cendrung terpelintir atau terputar. Tanaman juga sangat mudah tercabut karena pertumbuhan akar terganggu bahkan membusuk,” kata Mas.

(Bawang merah yang dicabut, akibat diserang hama)

Sebagai Ketua kelompok tani bawang RPM di kelompok ini, berharap agar Dinas Pertanian Malaka, segera memberi bantuan pestisida jenis insektisida berbahan aktif deltametrin/ indoksakarb.

Hingga berita ini di terbitkan, petugas penyuluhan lapangan dan kepala dinas pertanian Malaka belum berhasil di konfirmasi.(red/red)

0

0

0 %

Happy

0 %

Sad

0 %

Excited

0 %

Angry

0 %

Surprise

Tinggalkan Balasan