Anak Kampung Asal Malaka Jadi Artis di Jakarta.

Read Time7 Minutes, 37 Seconds

TIMORPOST.COM/JAKARTA– Arnold Dedy Salam Mau seorang anak kampung asal Kabupaten Malaka jadi arsti dan pemain sinetron di Jakarta.

Pria kelahiran kampung Kotabot, Desa Kota Biru, Kecamatan Kobalima Timur, Kabupaten Malaka ini lahir pada tanggal 12 April 1989, ayah ibunya adalah Isayas Lau dan Maria Bete.

Arnold atau Dedy saat ini menekuni dunia sinetron. Pada awalnya ia hanya sebagai pemeran figuran, namun kini beberapa sinetron yang telah dan bakal tayang di salah satu stasiun swasta, Dedy menjadi pemeran penting dalam sinetron-sinetron tersebut.

Bagi Dedy, semua yang terjadi hanyalah berkat Tuhan dan upaya dari kerja keras serta ulet.

Kepafa awak media, Rabu (3/11/2019) pukul 15.00 wita lewat pesan Whatsapp, Dedy berkisah jikalau dirinya sudah satu tahun mencoba kemampuannya berakting di depan kamera.

Sebelumnya Dedy hanya berwiraswasta setelah keinginannya untuk menyelesaikan perkuliahan. Dengan Program Studinya Hubungan Internasional pada sebuah Universitas di Jakarta pada tahun 2009 silam gagal total karena sebuah alasan.

Dedy bercerita, sejak itu ia tinggal bersama omnya, sambil bekerja apa saja untuk menyambung hidupnya. Namun ternyata omnya ini berteman baik dengan salah seorang Asisten Sutradara (Astrada) Tukang Bubur Naik Haji.

Dari sang Astrada inilah dirinya mulai berkenalan dengan dialog, akting, kamera, dan para artis nasional, walaupun hanya sebagai pemeran figuran.

Janganlah bicara mental jika belum tampil, namun yakin orang Indonesia bagian Timur untuk mentalnya bagus-bagus.

Dedy begitu percaya diri untuk setiap kali tampil. Akan tetapi ketika terjun di dunia sinetron sedikit kaku bagaikan kanebo yang kering teman.

Waktu itu rasanya ngeri sekali saat banyak kamera menyoroti muka kita diantara para artis nasional sambil mendengarkan suara-suara Crew meneriakan kalimat woeeee lihat kamera dan suaranya agak keras,” Dedy berkisah.

Dedy yang saat ini berusia 30 tahun menuturkan bahwa pertama kali ia shooting di sinetron Istri-Istri Akhir Zaman sebagai Hakim pada saat perceraian Dude Herlino bersama istrinya  Allysa Soebandono. Di situlah ia mula mempelajari kekuatan mentalnya sebagai anak kampung dari Malaka.

Sebelumnya ia dipanggil oleh Asisten Sutra Dara Om Vence Nayoan yang sudah dianggap keluarga sendiri oleh Omnya.

Melalui Om Vence, ia diperkenalkan dengan Om Vincent Taran, dari Om Vincent Taran inilah ia diorbitkan ke dunia sinetron.

Dari rumah, ketika dipanggil untuk ke lokasi shooting, di lokasi tersebut banyak sekali artis-artis senior, seperti Dude Herlino bersama istrinya, Roger Danuarta bersama Istrinya Cut Meryska , ada Cut Siva dan beberapa artis Tukang Bubur Naik haji , melihat mereka saja nyalinya sudah mulai ciut.

Walau demikian, ia selalu ingat dan ingat kata-kata dari om Irawan Rayon yang mengarahkan dia, bahwa ketika tampil jangan peduli siapa pun, anggap saja itu kamu sendiri,” cerita Dedy sambil tertawa.

Dalam adegan itu kata Dedy, dipanggil oleh tim untuk make-up lalu disuruh duduk di kursi pengadilan agama, lalu masuklah Dude Herlino dan isterinya.

Hatinya mulai bergetar tapi dalam pikiran dicuek saja. Akhirnya dishooting dengan hasil yang bagus.

Dalam sinetron Istri-istri Akhir Zaman, ia hanyalah figuran biasa namun ia sangat bangga karena saya adalah satu dari sekian banyak orang yang ingin masuk TV.

Dulunya sangat ingin berfoto bersama artis-artis dan itu tidak mungkin terjadi apalagi main satu sinetron bersama mereka?  Tapi jika Tuhan sudah berkehendak siapa pun bisa,” ucap Dedy.

Lanjut Dedy mengatakan bahwa selama sebulan ia hanya menjadi figuran tanpa dialog. Itu pun karena mengikuti saran dari Vincent Taran yang adalah Astrada kepada Vence Nayaon yang juga Astrada supaya dirinya berkenalan dan terbiasa dengan kamera.

Dan beruntungnya pada sinetron Istri-istri Akhir Zaman tayang pagi subuh, sehingga sorenya sinetron Merindu Baginda Nabi yang kebetulan Astradanya Om Vence Nayoan juga.

Ya tidak menutup kemungkinan ia juga main di sinetron tersebut, itu pun masi tetap berkenalan dengan kamera alias tanpa dialog.

Di kesempatan itu juga dedy, berterima kasih untuk Om Tulank yang menemani dan mengarahkan dia, pada sinetron Merindu Baginda Nabi.

Dedy tidak pernah putus asa, dedy terus shooting di sinetron-sinetron itu dengan peran jamaah mesjid, pelanggan cafe.

Dedy selalu merasa gembira karena bisa dekat-dekat dengan para artis yang selama ini, Dedy hanya lihat di TV, ngobrol dan berpose dengan mereka, menakjubkan bukan?

“Belum selesai peran dalam sinetron tersebut, Dedy dipanggil lagi ke sinetron Fatih Di Kampung Jawara di sebuah stasiun TV.

Di sana Dedy kaget karena bertemu langsung dengan aktor senior yang selama ini Dedy hanya nonton di VCD waktu kanak-kanak yakni Om Barry Prima.

Saat itu Dedy langsung diarahkan sutradara dan main bersama Om Barry Prima. Hatinya senang bukan main.

Namun sayang dalam adegan ini, Dedy hanya main, sebanyak 2 hari sebagai anak buah Boss Ronal dan peranya mati, hangus dan jadi abu. Ya sudah selesai peran di sana.

Tetapi Dedy berterimakasih untuk Om Bagas yang sudah calling saya di sinetron Fatih Di Kampung Jawara,” tutur Dedy.

Tidak lama kemudian Dedy yang merupakan anak kedua dari lima bersaudara ini dipanggil untuk shooting di sinetron Dunia Terbalik. Di sebuah stasiun Tv swasta ini dirinya berperan dengan dialog pertama kalinya.

Ketika ditanya sutradara apakah kamu pernah dialog, jawab saja bahwa dedy sering dialog dalam sinetron sebagai figuran. Walaupun itu tipu sedikit.

Masa mau bisu terus. Kapan dialog hehe. Sebagai pembeli di sinetron Dunia Terbalik. Ceritanya lagi makan di warung tersebut dan berdialog dengan orang-orang yang ada di dalam warung itu.

Ketika mendengarkan suara dari Crew yang mengatakan kamera action, terjadi adegan lalu cut ya sudah selesai dan malam langsung tayang` Senangnya nonton kembali dirinya di TV. Di situ rasa percaya dirinya meningkat,” jelas Dedy.

Kata Dedy, beberapa hari kemudian ia merasa resah karena belum dipanggil, namun Dedy mulai dimasukkan di group talent yang anggotanya sekitar 180 orang, anggota-anggota tersebut merupakan figuran disemua stasiun televisi.

Jadi teman-teman nonton sinetron lalu ada figuran baik perempuan maupun laki-laki itu adalah komunitas kami .

Pada suatu malam ada teman yang kabari di group bahwa jika ada yang free bisa mengikuti shooting di sinetron Cinta Sebening Embun dengan berdialog namun kami harus mengirimkan foto, Dedy pun ikut mengirim fotonya juga.

Memang rejeki tidak kemana dan Dedy pun terpilih lewat chatting pribadi oleh salah seorang Asisten Sutradara.

Katanya, Mas besok berpakaian rapi ya, kamu sebagai dokter di sana, lalu Dedy diberikan skenario panjang untuk di hafal malam itu dan esoknya berdialog dengan artis cantik namanya Amanada Manopo.

Ketika ditake gugup dan semua teks yang dihafal itu lupa semua. Dedi diteriaki orang kampung, dan mau dilempari sepatu oleh Crew.

Dalam hatinya Dedy berdoa ya Tuhan kuatkan iman saya. Andaikata orang meneriakinya ini di luar mungkin beda lagi ceritanya, bisa berkelahi karena kita orang NTT ini tidak akan terima jika diteriaki seperti itu.

Hingga habis shoting pun Crew itu masih menyampaikan punya kamu gak bakal ditayangkan mas soalnya gugup kamu.

Lalu Dedy chatt dengan Teh Ocha Astrada Cinta Sebeing Embun. Dari hasil komunikasi yang baik dengan crew tadi akhirnya kami pun saling meminta maaf dan malamnya adeganya itu ditayangkan. Senang juga karena saat akan pulang, diberikan uang yang banyak sekali dalam amplop,” ceritanya.

Dedy yang memiliki mimpi untuk menjadi pemeran utama dalam sebuah sinetron berkisah banyak tentang pengalamannya di dunia sinetron.

Dedy juga dipanggil ke lagi sinetron tersebut ( Cinta Sebening Embun ) sebagai pria Bogor, saat itu Dedy berduet dengan artis Lian Firman sebagai Mirza.

Ceritanya Mirza sementara mencari anaknya yang hilang dan bertemunya menanyakan informasi sambil menunjukkan foto anaknya.

Waktu itu tidak gugup sama sekali dan saya enjoy saja. Memang benar kata guru-guru saya, jangan sesekali menghafal, tapi dimengerti.

Dalam sinetron itu Dedy berdialog sangat panjang tetapi dengan percaya diri mengimprovisasi skenario itu, dan hasilnya bagus menurut sutradara.

Dedy, pada beberapa kali bermain sinetron dengan artis cantik Gabriella Desta sebagai Tika. Dedy sudah terbiasa dan mulai akrab dengan para artis lainya,” kata Dedy semangat.

Sejak itu, namanya sudah mulai terkenal di group talent figuran karena sering dipanggil. Oleh Om Vence Nayaon, Dedy dipanggil untuk bermain di sinetron Cinta Karena Cinta. Di sinetron ini, Dedy bertemu dan berpasangan dengan para artis cantik.

Memang sungguh benar kata pepatah yang mengatakan kalau rejeki tidak akan habis, Dedy diminta mengirmkan foto ke sinetron Tukang Ojek Pengkolan. Oleh Asisten Sutradara (Astrada) bernama Risma, dirinya langsung diterima.

Di sinetron ini, sebagai temannya Bang Ojak. Masih ada sinetron lain seperti Cahaya Terindah dan sinetron Pelangi Di Matamu, dan yang lainnya yang telah membuat diri saya seperti ini.

Dari pengalamanya ini. Dedy mau berbagi untuk teman-teman di NTT bahwa janganlah takut untuk tampil di depan umum, jangan minder dan berkecil hati anda berasal dari mana.

Kata Dedy ,dia berasal dari Kampung di perbatasan Indonesia-timor Leste. Tetapi tidak malu. Teman-teman yang masih kuliah harus rajin belajar, berbuat baik dan rendah hati dan selalu yakin jika Tuhan memberkati karena kita berusaha maka rejeki kita pasti tidak akan selalu ada,” ajak Dedy

Di akhir sharing pengalamannya, Dedy mengharapkan doa dari semua masyarakat NTT supaya dirinya semakin berkembang dan sukses dalam dunia sinetron.

Dedy berharap ke depan ia dapat bermain di film layar lebar bersama para artis senior. Dedy juga berkata jika saat ini dirinya telah menjadi Asisten Sutradara bagian schedule di sinetron Bunga Dewi yang mengatur waktu dan peran para artis sinetron.

Namun kadang sakit hati dan sedih karena sering tampil di TV tapi orangtua dan saudara-saudara di kampung tidak pernah menonton secara langsung karena di sana jaringan listrik di daerah perbatasan belum ada. Orangtua hanya mendengar cerita dari orang,” tutup Dedy sedih.

Dari keuletan dan kerja kerasnya selama ini, Dedy berhasil memiliki sebuah rumah di Kota Depok. Selain itu pundi-pundi hasil bermain sinetron juga dikirimkan untuk orang tua dan keluarga di Malaka. Sukses Dedy. (Frid/Timorpost.com)

3

0

100 %

Happy

0 %

Sad

0 %

Excited

0 %

Angry

0 %

Surprise

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: